Vivo diam-diam menambah dua ponsel baru di kelas entry-level, dan daya tarik utamanya bukan kamera atau performa tinggi. Vivo G5i dan Vivo G5z justru tampil dengan baterai 7.200mAh serta klaim ketahanan yang jarang ditemui di segmen harga terjangkau.
Di pasar ponsel murah yang sangat ramai, strategi seperti ini terasa cukup jelas. Vivo membidik pengguna yang lebih membutuhkan perangkat tahan lama, stabil untuk pemakaian harian, dan punya perlindungan fisik yang lebih meyakinkan.
Fokus pada baterai dan ketahanan
Kedua model itu sudah tercantum di situs resmi Vivo di China dengan harga mulai 2.199 yuan untuk varian 6GB + 128GB. Varian 8GB + 256GB dipasarkan seharga 2.899 yuan.
Vivo G5i dan G5z memakai nomor model yang sama, yaitu V2531A. Dari tampilan luar, keduanya juga terlihat identik sehingga perbedaan nama tidak dibarengi perubahan desain yang menonjol.
| Model | Varian | Harga | Catatan |
|---|---|---|---|
| Vivo G5i / Vivo G5z | 6GB + 128GB | 2.199 yuan | Nomor model V2531A |
| Vivo G5i / Vivo G5z | 8GB + 256GB | 2.899 yuan | Desain identik |
Baterai 7.200mAh menjadi nilai jual paling besar, terlebih dipadukan dengan pengisian cepat 44W. Kombinasi itu membuat G5i dan G5z diarahkan untuk pemakaian panjang dalam satu kali isi daya.
Vivo juga menambahkan klaim “6-year long-life battery” dan “5-star drop and shock resistance certification”. Selain itu, perangkat ini membawa ketahanan debu dan air dengan standar IP68 dan IP69.
Snapdragon 4 Gen 2 untuk kebutuhan harian
Di sisi dapur pacu, Vivo membekali kedua ponsel ini dengan Snapdragon 4 Gen 2 dari Qualcomm. Chipset tersebut dipadukan dengan RAM hingga 8GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256GB.
Spesifikasi ini menempatkan G5i dan G5z di posisi yang aman untuk aktivitas harian. Media sosial, komunikasi, konsumsi konten, hingga game ringan masih masuk dalam skenario penggunaan yang wajar untuk perangkat ini.
Chip Snapdragon 4 Gen 2 juga disebut menggunakan proses 4nm. Efisiensi daya seperti ini sejalan dengan fokus utama ponsel yang memang mengandalkan baterai besar.
Layar 120Hz, kamera dibuat sederhana
Di bagian depan, Vivo memakai layar LCD 6,75 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz. Layar ini memberi animasi antarmuka yang lebih mulus, meski resolusinya tetap berada di kelas dasar.
Untuk kamera, Vivo tidak mengejar konfigurasi yang kompleks. Perangkat ini membawa kamera depan 8MP dan kamera utama belakang 50MP, dengan fokus pada kebutuhan dokumentasi dasar.
Komposisi itu mempertegas arah produk yang tidak ingin bersaing lewat fotografi. G5i dan G5z lebih cocok dilihat sebagai ponsel harian yang mengutamakan fungsi, bukan paket kamera kelas atas.
Fitur pelengkap yang tetap praktis
Meski ditujukan untuk kelas terjangkau, Vivo tetap menyematkan beberapa fitur tambahan yang berguna. Ponsel ini memiliki sensor sidik jari di samping, NFC, dan infrared blaster.
Fitur-fitur tersebut membuat perangkat ini terasa lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. NFC membantu kebutuhan transaksi tertentu, sementara infrared blaster berguna untuk mengendalikan perangkat elektronik rumah tangga.
Dengan baterai jumbo, ketahanan fisik yang kuat, serta spesifikasi dasar yang masih relevan, Vivo G5i dan Vivo G5z masuk ke segmen yang sangat padat peminat. Dua model ini menjadi opsi baru bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan, bukan sekadar angka performa.
