VinFast memilih jalan yang tidak lazim untuk VF 8 generasi kedua. Alih-alih membesarkan mobil dan menaikkan tenaga, pabrikan justru memangkas dimensi, menyederhanakan penggerak, lalu menawarkannya mulai 999 juta Dong Vietnam atau sekitar Rp 605 jutaan.
Langkah itu langsung menjadikan harga sebagai senjata utama. Di tengah pasar yang makin sensitif terhadap banderol, strategi ini membuka peluang VF 8 baru menjangkau lebih banyak pembeli SUV listrik menengah.
Desain Tetap Tegas, Ukuran Justru Dipotong
Secara tampilan, VF 8 generasi kedua masih membawa identitas desain VinFast yang kuat. Wajah depannya tampil agresif dengan lampu LED berbentuk V dan grille tertutup berwarna gloss black.
Silhouette bodinya tetap mengarah ke gaya SUV modern bergaya Eropa. Kesan tersebut diperkuat pelek aerodinamis 19 inci yang membuat tampilannya terlihat lebih dinamis.
Perubahan paling besar ada pada proporsi bodi. Panjangnya kini 4.701 mm, atau 49 mm lebih pendek dari model sebelumnya.
Penyusutan yang lebih terasa terjadi pada wheelbase. Jarak sumbu roda VF 8 baru menjadi 2.840 mm setelah berkurang 110 mm dari generasi lama.
Kabinnya Lebih Sederhana, Tetapi Tetap Fungsional
Di dalam kabin, VinFast tetap mempertahankan konfigurasi lima penumpang. Tata letaknya dibuat lebih minimalis dengan jumlah tombol fisik yang minim.
Layar pusat infotainment kini berukuran 12,9 inci. Ukuran itu lebih kecil dibanding model sebelumnya yang memakai layar 15,6 inci.
Meski begitu, ada tambahan penting untuk pengemudi. VF 8 generasi kedua kini untuk pertama kalinya mendapat panel instrumen digital di balik kemudi.
Panel itu melengkapi head-up display yang sudah tersedia. Kombinasi keduanya membuat informasi berkendara bisa diakses tanpa terlalu bergantung pada layar tengah.
Fitur Tetap Lengkap, Platform Berubah
VinFast tetap membekali VF 8 baru dengan sejumlah fitur standar yang relevan. Paketnya mencakup dual-zone climate control, sistem audio 8 speaker, dan ADAS.
Model ini juga mengadopsi arsitektur kendaraan berbasis perangkat lunak baru atau Software Defined Vehicle. Pendekatan itu menunjukkan arah pengembangan yang makin terintegrasi dengan sistem digital.
Perubahan besar juga terlihat pada sektor penggerak. VF 8 generasi kedua tidak lagi menawarkan opsi AWD seperti model sebelumnya.
Sebagai gantinya, VinFast memakai satu motor listrik yang menggerakkan roda depan atau FWD. Tenaganya tercatat 231 dk, jauh di bawah varian lama yang sempat mencapai 402 dk pada konfigurasi AWD.
Tenaga Turun, Jarak Tempuh Tetap Jadi Andalan
Motor listrik itu dipasangkan dengan baterai 60,13 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuh maksimal yang diklaim mencapai 500 km berdasarkan siklus pengujian NEDC.
Jika dibandingkan dengan pendahulunya, kapasitas baterainya juga turun cukup jauh. Model sebelumnya memakai baterai 87,7 kWh, sehingga generasi baru ini jelas diarahkan ke paket yang lebih sederhana.
Penyusutan spesifikasi itu tampak sejalan dengan strategi harga yang lebih agresif. VinFast seolah menukar sebagian performa dan ukuran dengan akses pasar yang lebih luas.
Harga Jadi Pusat Perhatian
Harga memang menjadi titik paling menarik dari VF 8 generasi kedua. Dengan banderol mulai 999 juta Dong Vietnam, mobil ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau di kelas SUV listrik menengah.
VinFast juga sudah menyiapkan jadwal awal pemasarannya di Vietnam. Pemesanan atau pre-order akan dibuka pada 27 Mei.
Pengiriman unit perdana dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli. Pasar domestik Vietnam pun akan menjadi tempat pertama untuk menguji apakah strategi memangkas ukuran dan performa bisa benar-benar membuat VF 8 baru lebih menarik di mata konsumen.
Source: kabaroto.com






