VinFast langsung menempatkan diri di pusat perhatian pasar motor listrik Indonesia lewat pembukaan pemesanan tiga model sekaligus. Yang paling menarik bukan hanya nama produknya, melainkan skema sewa baterai sekitar Rp84.000 per bulan per baterai yang membuat biaya awal terasa lebih ringan.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar yang strategis dan sangat dinamis untuk kendaraan listrik roda dua. VinFast ikut menyiapkan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur penukaran dan pengisian baterai, agar transisi dari motor konvensional ke motor listrik terasa lebih praktis.
Tiga model, tiga karakter
Tiga model yang ditawarkan adalah Evo, Feliz II, dan Viper. Masing-masing membawa pendekatan berbeda agar bisa menjangkau profil pengguna yang lebih luas.
Viper diposisikan sebagai model paling sporty dengan sentuhan teknologi modern. VinFast membidik pengguna muda perkotaan melalui fitur Smart Key, pelacak kendaraan, panel TFT, dan lampu proyektor.
Feliz II mengambil jalur skutik fashion dengan tampilan yang lebih elegan di bagian depan dan tegas di buritan. Karakter ini ditujukan untuk pengguna yang ingin motor stylish, tetapi tetap fungsional untuk kebutuhan harian.
Evo tampil paling klasik lewat desain bulat yang mengingatkan pada skuter bergaya Italia. Wujudnya memberi kesan ringan, simpel, dan tetap modern untuk mobilitas dalam kota.
Performa sama, jarak tempuh berbeda
Ketiga motor listrik ini memakai motor BLDC in-wheel dengan daya puncak hingga 5.200 watt. Platform yang sama membuat karakter performanya seragam, meski desain dan target penggunanya berbeda.
Viper dan Feliz II mampu melaju hingga sekitar 90 km per jam dalam kondisi ideal. Evo sedikit lebih rendah dengan batas kecepatan maksimum sekitar 80 km per jam.
Semua model menggunakan dua baterai LFP masing-masing 1,5 kWh yang ditempatkan di bawah jok dan bisa dilepas. Susunan ini dibuat agar penggantian atau pengisian baterai lebih mudah bagi pemakai harian.
Dengan dua baterai penuh, Evo bisa menempuh jarak hingga 150 kilometer dalam sekali pengisian. Viper dan Feliz II memiliki jangkauan sekitar 145 kilometer, tergantung kondisi jalan dan beban.
Skema sewa jadi kartu utama
VinFast menawarkan dua pilihan untuk baterai, yaitu sewa bulanan atau membeli langsung. Opsi ini memberi ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan biaya awal dengan kebutuhan mobilitas masing-masing.
Biaya sewa baterai dipatok sekitar Rp84.000 per bulan per baterai, dengan biaya swap Rp6.000 per kali. Skema ini menjadi salah satu daya tarik utama karena bisa menekan beban pembelian di awal.
Untuk harga kendaraan, Evo dibanderol mulai Rp18,98 juta dengan opsi langganan baterai yang lebih terjangkau. Feliz II dijual sekitar Rp20,10 juta, sementara Viper sebagai varian tertinggi mencapai Rp24,41 juta untuk paket baterai sewa.
Jika konsumen memilih membeli baterai sekaligus, harga tiap model naik menjadi sekitar Rp26 juta hingga Rp31 juta. Strategi ini memberi pilihan bagi pembeli yang ingin menekan biaya awal atau justru mengambil paket jangka panjang.
Menarik pengguna perkotaan
Kombinasi desain, fitur, dan skema baterai memperlihatkan arah pasar yang ingin dibidik VinFast di Indonesia. Perusahaan ini tampak menargetkan pengguna perkotaan yang butuh kendaraan efisien, praktis, dan ramah lingkungan untuk aktivitas harian yang padat.
Dengan harga yang relatif kompetitif di kelasnya, tiga model ini berpeluang menjadi opsi baru bagi konsumen yang mulai melirik motor listrik. Pendekatan yang fleksibel lewat sewa baterai dan dukungan ekosistem pengisian juga bisa menjadi pembeda penting di tengah pasar yang terus berkembang.
