Veloz Hybrid Diuji 40 Hari di Sulawesi, Toyota Mau Bukti di Medan Berat

Toyota membawa Veloz Hybrid EV masuk ke salah satu rute paling menantang di Indonesia untuk menguji kemampuan nyatanya. Melalui ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0, satu unit mobil ini disiapkan melintasi Pulau Sulawesi selama sekitar 40 hari bersama sejumlah media nasional dan lokal.

Langkah ini bukan sekadar perjalanan panjang, melainkan upaya Toyota untuk menjawab keraguan soal performa hybrid di medan yang beragam. Sulawesi dipilih karena punya kombinasi jalan pegunungan, pesisir, dan antarkota yang dianggap paling tepat untuk melihat Quality, Durability, dan Reliability atau QDR mobil tersebut.

Rute panjang melintasi enam provinsi

Ekspedisi dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, lalu berakhir di Manado, Sulawesi Utara. Sepanjang perjalanan, Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista akan melewati enam provinsi dalam tujuh etape.

Rute yang dilalui mencakup Kendari, Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Ou, Tolitoli, Gorontalo, hingga Manado. Jalur ini dipilih karena memadukan tanjakan, turunan, tikungan panjang, serta lintasan pesisir yang bisa menguji efisiensi sekaligus kenyamanan berkendara.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengatakan Sulawesi mewakili medan yang menantang sekaligus memperlihatkan panorama alam yang kuat. Menurut dia, kondisi itu relevan untuk membuktikan kualitas produk hybrid Toyota di berbagai kondisi jalan di Indonesia.

Fokus pada QDR dan efisiensi harian

Toyota menilai jalur lintas Sulawesi ideal untuk memperlihatkan bagaimana sistem hybrid bekerja dalam penggunaan nyata sehari-hari. Perjalanan ini diharapkan memberi gambaran tentang performa, efisiensi bahan bakar, dan karakter berkendara halus dari Veloz Hybrid EV.

Model ini disebut dibekali teknologi Hybrid EV generasi terbaru. Toyota juga menyampaikan bahwa kendaraan tersebut menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan kenyamanan tinggi tanpa mengorbankan performa.

Ekspedisi ini juga menjadi bagian dari upaya Toyota memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi. Veloz Hybrid EV sebelumnya diperkenalkan secara global pada ajang GJAW 2025, sekitar enam bulan lalu, dan hadir sebagai model produksi dalam negeri.

Harga mulai Rp303 juta dan permintaan tembus 12.000 unit

Dari sisi pasar, Veloz Hybrid EV dipasarkan mulai Rp303 juta untuk tipe V melalui program Hybrid EV Untuk Semua. Sementara itu, varian Q TSS Modellista dipasarkan dengan harga Rp389 juta berstatus OTR Jakarta.

Respons konsumen terhadap MPV ramah lingkungan ini juga terbilang kuat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah permintaan Veloz Hybrid EV telah melampaui 12.000 unit dalam waktu sekitar enam bulan sejak peluncuran.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan ekspedisi ini diharapkan dapat menjawab keraguan sebagian masyarakat terkait kemampuan teknologi hybrid di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Ia menegaskan bahwa pengujian langsung oleh rekan media nasional akan memberi gambaran tentang kemampuan sesungguhnya Veloz Hybrid EV.

Bukan cuma uji mobil, tapi juga eksplorasi daerah

Di luar pengujian kendaraan, tim ekspedisi juga akan mengeksplorasi destinasi wisata dan kuliner khas di sepanjang jalur perjalanan. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya serta kehidupan masyarakat lokal di daerah yang disinggahi.

Ekspedisi lintas Sulawesi ini menegaskan bahwa Toyota ingin menunjukkan ekosistem Hybrid Toyota tetap bisa mendukung mobilitas pelanggan hingga ke berbagai pelosok. Dengan rute yang keras dan beragam, program ini diarahkan untuk membuktikan bahwa kendaraan hybrid tetap selaras dengan rutinitas berkendara sehari-hari di Indonesia.

Source: www.oto.com

Terkait