Veda Ega Hanya Sejengkal Dari Top 4 Moto3, Klasemen Usai Italia Makin Panas

Veda Ega Pratama makin dekat ke empat besar klasemen Moto3 usai seri Italia di Mugello. Meski hanya finis kedelapan, hasil itu justru membuat jarak ke posisi keempat tinggal satu poin dan membuka peluang besar pada seri berikutnya.

Tambahan delapan poin mengangkat pebalap Honda Team Asia itu ke 66 poin dan menempatkannya di posisi kelima. Di depan Veda, Brian Uriarte mengoleksi 67 poin, sehingga perebutan satu tempat di zona empat besar kini makin sengit.

Mugello jadi ajang pembuktian

Mugello dikenal sebagai lintasan yang menuntut top speed tinggi dan kecermatan memanfaatkan slipstream. Di trek sepanjang 5,2 kilometer itu, Veda memilih pendekatan yang lebih taktis dan tidak memaksakan manuver berisiko.

Pilihan itu membawanya pulang dengan poin penting di tengah persaingan grup depan yang rapat. Finis kedelapan menjadi hasil yang menjaga momentum Veda di klasemen meski akhir pekan di Italia tidak berjalan mudah.

Debutan asal Indonesia itu menunjukkan racecraft yang rapi saat balapan menuntut keputusan cepat. Sikap berhati-hati juga membuatnya terhindar dari insiden yang bisa berujung gagal finis.

Jarak tipis di papan tengah atas

Persaingan di papan atas Moto3 setelah tujuh seri berjalan masih sangat ketat. Maximo Quiles memimpin klasemen dengan 145 poin, disusul Alvaro Carpe dengan 93 poin dan Adrian Fernandez dengan 89 poin.

Brian Uriarte berada di urutan keempat dengan 67 poin, hanya satu angka di atas Veda. Di belakang Veda, Marco Morelli mengintai di posisi keenam dengan 61 poin, sehingga selisih di kelompok ini juga belum lebar.

Valentin Perrone menempati posisi ketujuh dengan 56 poin, kemudian David Almansa dengan 52 poin. Guido Pini berada di peringkat kesembilan dengan 46 poin, sedangkan David Munoz menutup 10 besar dengan 45 poin.

Ketatnya jarak di grup ini membuat setiap poin punya nilai besar. Hasil aman di Mugello menunjukkan bahwa konsistensi bisa sama pentingnya dengan keberanian mengambil risiko di lintasan.

Ancaman nyata bagi pesaing di atasnya

Veda kini bukan hanya sekadar pembalap rookie yang bertahan di papan tengah atas. Performa di Mugello memperlihatkan bahwa ia mulai menjadi ancaman nyata bagi nama-nama yang ada di atasnya.

Usianya baru 17 tahun, tetapi ia mampu menjaga angka di akhir pekan yang sulit. Dalam perebutan klasemen yang sangat rapat, kemampuan seperti itu sering menjadi pembeda antara bertahan di lima besar atau langsung naik ke empat besar.

Veda juga mengakui akhir pekan di Italia tidak berlangsung mulus. Melalui akun media sosial pribadinya usai balapan, ia menulis, “Ini akhir pekan yang sulit, tetapi kami akan terus melangkah maju. Terima kasih tim! Selanjutnya Hungaria.”

Ungkapan itu menggambarkan situasi sebenarnya di Mugello. Meski tidak tampil ideal, ia tetap pulang dengan hasil yang menjaga posisinya tetap dekat dengan zona empat besar.

Hungaria jadi momen penting berikutnya

Dengan selisih hanya satu poin dari Brian Uriarte, seri Hungaria akan sangat menentukan langkah Veda berikutnya. Satu hasil solid lagi bisa langsung mengubah komposisi empat besar klasemen sementara Moto3.

Di bawah 10 besar, persaingan juga masih rapat dengan Joel Kelso 44 poin, Matteo Bertelle 41 poin, Dennis Foggia 39 poin, Ryusei Yamanaka 34 poin, dan Taiyo Furusato 33 poin. Kondisi ini membuat perebutan posisi klasemen masih terbuka lebar, tetapi sorotan utama saat ini tertuju pada Veda yang tinggal sejengkal lagi mengusik top 4.

Source: www.suara.com

Terkait