Rencana IPO SpaceX langsung memicu pertanyaan besar di pasar karena valuasi yang dibidik disebut bisa mencapai US$ 1,75 triliun. Jika angka itu benar terwujud, SpaceX akan melompat ke jajaran perusahaan paling mahal di dunia dalam satu malam.
Masalahnya, skala valuasi tersebut jauh melampaui kinerja bisnis yang sudah terlihat sekarang. Fortune menilai, untuk mendekati level itu, SpaceX harus menampilkan pertumbuhan dan profitabilitas yang belum pernah dicapai perusahaan mana pun dalam sejarah bisnis.
Jarak besar antara harga dan kinerja
Dokumen yang diserahkan SpaceX ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC menunjukkan bahwa perusahaan masih berada jauh di bawah ambisi valuasinya. Tahun lalu, SpaceX mencatat kerugian US$ 4,9 miliar dengan pendapatan US$ 18,7 miliar.
David Trainer, pakar keuangan perusahaan dan sosok yang berpengalaman di Wall Street, menghitung SpaceX harus menghasilkan pendapatan US$ 1,1 triliun agar pembeli saham mendapat return investasi yang wajar. Angka itu hampir 60 kali lipat dari pendapatan yang berhasil dicatat SpaceX pada tahun 2025.
Perbandingan tersebut juga memperlihatkan jarak yang sangat lebar dengan perusahaan terbesar yang pernah ada. Amazon, yang kerap menjadi patokan skala bisnis raksasa, membukukan US$ 742 miliar dalam empat kuartal terakhir.
Pertumbuhan yang nyaris tak pernah terjadi
Untuk mengejar valuasi yang dibidik, Fortune memperkirakan SpaceX harus mampu menaikkan penjualan 50 persen setiap tahun selama satu dekade berturut-turut. Laju seperti itu disebut belum pernah didekati perusahaan mana pun dalam sejarah bisnis.
Jika target itu benar tercapai pada tahun 2035, ukuran ekonomi SpaceX akan setara dengan satu industri penuh yang berisi puluhan perusahaan Fortune 500. Nilainya juga disebut akan lebih dari 50 persen lebih besar dibanding sektor utilitas publik atau industri hiburan global saat ini.
Namun, ekspansi sebesar itu tidak bisa hanya bergantung pada bisnis inti SpaceX saat ini, yaitu layanan internet satelit Starlink. Perusahaan perlu menemukan sumber pendapatan baru yang sangat besar dan berkelanjutan, sementara arah pelaksanaannya belum terlihat jelas.
Beban tambahan dari bisnis Elon Musk lain
Situasi SpaceX makin rumit setelah dua usaha lain milik Elon Musk digabungkan ke dalam perusahaan itu. xAI masih berada dalam tahap pengembangan, sedangkan platform media sosial X masih berjuang memulihkan kinerja setelah diakuisisi Musk.
Kondisi ini membuat pasar tidak hanya menilai roket dan Starlink, tetapi juga beban serta prospek dari entitas lain yang ikut masuk dalam struktur perusahaan. Bagi investor, kombinasi tersebut menambah lapisan risiko di tengah valuasi yang sudah sangat tinggi.
Pasar bisa menyambut atau menolak
Hingga saat ini, belum ada kepastian bagaimana pasar akan bereaksi ketika saham SpaceX mulai diperdagangkan minggu ini. Ada peluang investor menolak valuasi yang terlalu mahal, dan jika itu terjadi, nilai perusahaan bisa terpukul karena beban penilaian yang terlalu berat.
Sejumlah pelaku pasar bahkan disebut sudah bersiap mengambil posisi short, dengan taruhan bahwa harga saham SpaceX akan turun tajam. Skenario ini menunjukkan bahwa IPO SpaceX bukan hanya peristiwa besar, tetapi juga ujian nyata bagi selera risiko pasar.
Di sisi lain, pengaruh Elon Musk atas investor ritel tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan. Dukungan terhadap perusahaan-perusahaan yang dipimpinnya masih kuat, termasuk pada ambisi terbarunya membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa.
Di tengah pasar yang mudah terseret euforia
Minat terhadap SpaceX juga hadir di tengah suasana pasar yang belakangan kerap digerakkan oleh optimisme berlebihan. Gelombang antusiasme terhadap teknologi AI dan ketidakstabilan pasar energi akibat krisis minyak membuat sebagian pelaku pasar lebih berani berspekulasi pada masa depan yang jauh.
Dalam kondisi seperti itu, dasar kinerja keuangan nyata tidak selalu menjadi acuan utama. SpaceX pun berpotensi menjadi contoh ekstrem dari pasar yang memberi harga jauh lebih tinggi pada harapan ketimbang angka yang sudah tercatat sekarang.
Source: www.cnbcindonesia.com






