PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih Rp 4,3 miliar pada kuartal I-2026. Setahun sebelumnya, pada periode yang sama, perusahaan masih membukukan rugi bersih Rp 1,1 miliar.
Perubahan itu menjadi sinyal penting karena terjadi bersamaan dengan lonjakan penjualan neto menjadi Rp 330,1 miliar. Kinerja tersebut naik 44,3 persen dibandingkan Rp 228,7 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2025.
Penjualan naik, laba tetap terjaga
Pertumbuhan pendapatan tidak datang tanpa tekanan, karena beban pokok penjualan juga ikut meningkat menjadi Rp 315,1 miliar dari Rp 219,9 miliar. Meski begitu, Ultra Voucher masih mampu mempertahankan laba bruto Rp 15 miliar.
Kondisi itu menunjukkan bahwa perusahaan masih bisa menjaga ruang keuntungan di tengah volume transaksi yang lebih besar. Efektivitas bisnis tampak membaik saat aktivitas usaha meningkat cukup tajam pada awal periode.
Sumber pertumbuhan utama masih berasal dari sektor perdagangan, terutama penjualan voucher belanja dan gift card. Kenaikan volume transaksi di dua produk tersebut menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan perseroan.
Profitabilitas mulai pulih
Perbaikan kinerja juga terlihat pada laba per saham dasar atau EPS yang naik ke level positif Rp 2,13 per saham. Pada periode yang sama sebelumnya, EPS UVCR masih berada di Rp 0,57 per saham.
Perubahan ini memperlihatkan pemulihan profitabilitas yang lebih nyata bagi pemegang saham. Dengan laba bersih yang kembali positif, perusahaan keluar dari tekanan yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Manajemen menyebut hasil kuartal pertama sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga stabilitas kinerja. Perusahaan juga menegaskan pencapaian itu sejalan dengan transparansi yang dijanjikan kepada para pemegang saham.
Kas melonjak tajam
Di sisi neraca, total aset Ultra Voucher mencapai Rp 271,3 miliar hingga 31 Maret 2026. Angka itu naik 25 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 217 miliar.
Perubahan paling mencolok terlihat pada kas dan bank yang melonjak menjadi Rp 49,7 miliar. Sebelumnya, posisi kas perusahaan hanya Rp 1,8 miliar pada Desember 2025.
Kenaikan kas ini memberi ruang likuiditas yang jauh lebih longgar untuk mendukung operasional. Pada saat yang sama, penguatan aset menunjukkan kapasitas perusahaan yang lebih solid dibandingkan akhir tahun lalu.
Liabilitas ikut naik
Di balik penguatan aset, liabilitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp 163,5 miliar dari Rp 113,4 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan itu terutama dipicu oleh bertambahnya uang muka pelanggan yang kini mencapai Rp 90,1 miliar.
Sementara itu, total ekuitas Ultra Voucher naik menjadi Rp 107,9 miliar dari Rp 103,6 miliar pada Desember 2025. Pertumbuhan ekuitas tersebut ditopang oleh akumulasi saldo laba selama periode berjalan.
Kombinasi laba bersih positif, penjualan yang tumbuh, dan kas yang menguat membuat posisi keuangan UVCR terlihat lebih baik pada awal tahun ini. Dengan basis pendapatan dari voucher belanja dan gift card yang masih aktif bertumbuh, kuartal I-2026 menjadi indikator bahwa pemulihan bisnis Ultra Voucher berjalan konsisten.
