Kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau melompat sering dianggap sepele. Padahal, keluhan ini bisa menjadi tanda disfungsi dasar panggul yang memengaruhi banyak fungsi tubuh dan mengganggu aktivitas harian.
Masalahnya tidak selalu berhenti pada urine yang bocor. Pada sebagian orang, gangguan ini juga membuat buang angin atau buang air besar lebih sulit ditahan, sehingga dampaknya terasa lebih luas dari yang sering dibayangkan.
Apa yang terjadi pada dasar panggul
Dasar panggul adalah kelompok otot yang menopang organ di area panggul. Otot ini juga membantu proses berkemih, buang air besar, dan fungsi seksual.
Ketika otot tersebut melemah atau tidak bekerja optimal, fungsi-fungsi itu ikut terganggu. Gejalanya dapat muncul sebagai inkontinensia urine, sulit menahan buang angin, hingga masalah pengendalian buang air besar.
dr Yeni, spesialis obstetri dan ginekologi, menyebut kebocoran urine saat batuk, loncat, atau tertawa sebagai salah satu tanda yang kerap muncul. Ia juga menambahkan bahwa sebagian penderita mengalami kesulitan menahan buang angin sampai buang air besar.
Faktor yang bisa memicu gangguan
Disfungsi dasar panggul dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang umum terjadi pada perempuan. Kehamilan, persalinan normal, obesitas, proses penuaan yang berkaitan dengan penurunan hormon estrogen, serta riwayat operasi di area panggul termasuk di antaranya.
Kombinasi faktor-faktor itu dapat melemahkan dukungan otot terhadap organ panggul. Akibatnya, keluhan yang muncul tidak hanya terbatas pada urine yang bocor, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan menahan buang air besar dan fungsi seksual.
Sering tidak terdeteksi karena dianggap biasa
Banyak kasus disfungsi dasar panggul tidak tercatat karena gejalanya dianggap normal. Sebagian orang mengira keluhan tersebut hanya bagian dari penuaan atau dampak setelah melahirkan.
Padahal, dampaknya bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas fisik, menurunkan rasa percaya diri, menekan kesehatan mental, dan berdampak pada hubungan sosial.
Stigma membuat banyak perempuan diam
dr Yeni menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya gejalanya, tetapi juga stigma. Banyak perempuan merasa malu untuk menceritakan keluhan tersebut sehingga pemeriksaan sering tertunda.
Ia menyebut kondisi ini sebagai under-reporting, yaitu ketika kasus tidak banyak dilaporkan meski nyata terjadi. Menurutnya, masalah ini bisa ditangani dengan pendekatan multidisiplin, sehingga pemeriksaan dan penanganan sebaiknya tidak ditunda.
Kapan perlu memeriksakan diri
Pemeriksaan perlu dipertimbangkan bila urine sering bocor saat batuk, tertawa, atau saat melakukan aktivitas fisik. Keluhan yang berulang juga patut diperhatikan jika disertai sulit menahan buang air besar atau buang angin.
Pemeriksaan dini membantu tenaga kesehatan menemukan diagnosis yang tepat dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, kualitas hidup tetap bisa dijaga meski ada gangguan pada dasar panggul.
Source: www.beritasatu.com






