Unand Tekan Kurikulum Teknologi Pertanian yang Lebih Adaptif, Jawab Tuntutan Dunia Kerja

Author: Cung Media

Universitas Andalas menempatkan pembaruan kurikulum teknologi pertanian sebagai pekerjaan yang tidak bisa ditunda lagi. Di tengah perubahan digital, kecerdasan buatan, dan pergeseran kebutuhan industri, kampus menilai lulusan tidak cukup hanya kuat di teori.

Tekanan itu mengemuka dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Tengah Tahun Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-TPI) Tahun 2026 di Convention Hall Kampus Limau Manis, Padang. Kegiatan ini menjadi bagian dari Dies Natalis ke-70 Unand dan mempertemukan pimpinan fakultas, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi teknologi pertanian dari berbagai kampus.

Kurikulum Dituntut Lebih dari Sekadar Ilmu

Rektor Unand, Efa Yonnedi, menilai tema seminar sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Ia menegaskan bahwa perubahan teknologi menuntut kurikulum terus diperbarui agar lulusan tetap adaptif dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

“Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, memiliki kompetensi multidisiplin, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat dan industri,” ucapnya.

Unand juga berharap forum itu melahirkan rekomendasi yang bisa diterapkan oleh seluruh anggota FKPT-TPI. Di sisi lain, agenda tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antarpuruan tinggi dalam pengembangan pendidikan teknologi pertanian di Indonesia.

Akreditasi dan Dunia Kerja Sama-Sama Menekan Kampus

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Prof. Alfi Asben, menyebut seminar nasional dan rapat kerja tengah tahun sebagai momentum strategis untuk menyamakan langkah antarpenyelenggara pendidikan teknologi pertanian. Baginya, pembahasan kurikulum dan akreditasi menjadi penting karena ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja terus berubah.

Melalui forum ini, Unand mendorong penguatan kurikulum yang mampu memenuhi kriteria akreditasi sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja. RRI.co.id melaporkan, isu itu dibahas bersama para narasumber agar tiap perguruan tinggi mendapat rekomendasi yang benar-benar aplikatif.

Kegiatan Peserta Fokus Utama
Seminar Nasional FKPT-TPI 2026 Sekitar 115 peserta Penguatan kurikulum dan akreditasi teknologi pertanian
Final Lomba Inovasi Teknologi Pertanian 92 peserta Inovasi mahasiswa dan ide teknologi pertanian
Pengabdian kepada masyarakat internasional di Tilatang Kamang Tidak disebutkan Disinergikan dengan Program Equity LPDP

Kolaborasi Antar Kampus Diperkuat

Ketua FKPT-TPI, Yusuf Hendrawan, mengatakan seminar nasional menjadi ruang berbagi pengetahuan, memperluas wawasan peserta, sekaligus mendorong inovasi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi antarkampus.

Rapat kerja tengah tahun diarahkan pada penguatan kerja sama nyata, pencapaian Indikator Kinerja Utama atau IKU, serta pengembangan program seperti double degree, summer course, dan visiting lecturer. Sejumlah agenda itu diposisikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan teknologi pertanian di Indonesia.

Selain seminar dan rapat kerja, rangkaian kegiatan juga mencakup final Lomba Inovasi Teknologi Pertanian yang diikuti 92 peserta. Ada pula pengabdian kepada masyarakat internasional di Kecamatan Tilatang Kamang yang disinergikan dengan Program Equity LPDP, memperlihatkan bahwa forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga diarahkan ke aksi dan kerja sama yang lebih luas.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Unand dan FKPT-TPI berusaha menjawab tantangan yang dihadapi pendidikan teknologi pertanian saat ini. Fokusnya tetap sama: kurikulum yang lebih relevan, akreditasi yang lebih kuat, dan lulusan yang lebih siap masuk ke dunia kerja.

Terbaru