Nama Ultima kembali bergerak setelah lama nyaris tak terdengar sebagai waralaba aktif. Richard Garriott disebut sedang menyiapkan langkah untuk mengambil kembali hak cipta seri legendaris itu dari Electronic Arts, dan peluangnya dinilai semakin dekat.
Yang membuat situasinya menarik, kembalinya Ultima tidak sesederhana menunggu restu EA. Ada batas hukum yang membuka jalan bagi Garriott untuk merebut kembali hak cipta, tetapi nama “Ultima” masih berada di tangan penerbit tersebut.
Warisan besar yang lama tertahan
Ultima punya posisi penting dalam sejarah game PC dan RPG modern. Seri ini dikenal lewat dunia RPG yang kaya dan dinamis, sementara spin-off seperti Ultima Underworld dan Ultima Online ikut membantu membentuk arah perkembangan immersive sim dan MMO.
Pengaruhnya bahkan masih terasa sampai sekarang. Ultima 7 disebut menjadi inspirasi besar bagi Larian Studios saat mengembangkan Divinity: Original Sin dan Baldur’s Gate 3.
Jejak panjang di bawah EA
Garriott menjual Origin Systems kepada Electronic Arts pada 1992, dan sejak itu kendali Ultima berada di tangan EA. Setelah akuisisi tersebut, seri ini tidak lagi menjadi waralaba utama yang aktif seperti dulu.
EA sempat mencoba menghidupkannya lewat beberapa proyek, tetapi hasilnya tidak sekuat nama besar yang dibawa seri ini. Lord of Ultima hadir pada 2010, lalu Ultima Forever menyusul pada 2013, namun keduanya tidak mengembalikan posisi Ultima sebagai andalan utama.
Hak cipta bisa kembali, nama belum tentu
Brian Gaar dari Inside Games disebut menghubungi Garriott setelah EA mendaftarkan merek dagang baru yang terkait Ultima. Dari pembicaraan itu, Garriott menjelaskan bahwa ia sudah berulang kali mencoba menghidupkan kembali seri tersebut ketika masih berada di bawah EA.
Garriott mengatakan bahwa sekitar setiap satu dekade ia mencoba bekerja sama dengan EA untuk kebangkitan Ultima. Menurutnya, pembicaraan itu biasanya terdengar menjanjikan, lalu berhenti begitu saja.
Sekarang, Garriott sedang mengambil kembali hak cipta Ultima berdasarkan aturan hukum hak cipta di Amerika Serikat. Aturan itu memungkinkan kreator, atau ahli warisnya, merebut kembali hak atas karya setelah 35 tahun, dan karena hak Ultima dijual pada 1992, Garriott bisa mengklaimnya kembali pada 2027.
Namun ada batas penting yang tidak ikut berpindah. Garriott disebut mengambil hak cipta, bukan merek dagang, sehingga EA masih memegang nama “Ultima”.
Arah baru yang masih digodok
Karena status itu, Garriott tidak bisa begitu saja merilis game dengan judul persis “Ultima”. Ia justru membuka kemungkinan memakai nama lain yang masih berkaitan, seperti “Lord British’s Ultima”, yang tampaknya menjadi arah yang sedang disiapkan.
Garriott mengatakan bahwa “Lord British’s Ultima” akan mendapatkan kembali seluruh hak cipta dari karya orisinalnya. Ia juga menegaskan bahwa bentuk akhirnya masih menjadi tantangan berikutnya, sehingga proyek ini belum dipatok dalam format final.
Situasinya datang ketika pasar RPG besar masih menunjukkan ruang hidup yang jelas. Keberhasilan CRPG yang sangat detail dari Larian dan juga developer lain seperti Owlcat menjadi sinyal bahwa genre ini masih punya tempat kuat.
Meski begitu, belum ada kepastian bahwa proyek Garriott akan mengikuti jalur yang sama. Ia disebut berencana membahasnya lagi saat hadir di Dragon Con, dan berharap sudah punya lebih banyak pemikiran soal arti pengembalian hak Ultima ketika acara itu berlangsung.
Untuk saat ini, yang jelas adalah satu hal: setelah puluhan tahun berada di tangan EA, peluang kembalinya Ultima ke Garriott kini tampak lebih terbuka daripada sebelumnya.







