UEA Ikut Gempur Iran Dari Langit, Serangan Balasan Teheran Mengubah Peta Teluk

Uni Emirat Arab disebut ikut aktif dalam rangkaian serangan udara ke wilayah Iran sejak hari-hari awal perang antara AS-Israel dan Teheran pecah. Peran itu membuat Abu Dhabi bukan hanya berada di lingkaran konflik, tetapi juga ikut masuk daftar target balasan utama dari Iran.

Informasi yang dibagikan sumber kepada The Wall Street Journal itu menyebut keterlibatan UEA lebih besar dari yang selama ini terlihat di ruang publik. Serangan dilakukan dengan dukungan informasi intelijen dari Israel dan Amerika Serikat, sehingga operasi ini tidak berdiri sendiri.

Sasaran di jantung energi Iran

Target utama serangan berada di titik-titik energi penting milik Iran. Area yang diserang mencakup pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, kota pelabuhan Bandar Abbas, kilang minyak di Pulau Lavan, dan kompleks petrokimia Asaluyeh.

Lokasi-lokasi itu punya arti strategis bagi Iran karena terkait jalur energi dan infrastruktur ekonomi penting. Israel juga disebut menyerang area Asaluyeh, sebelum Washington mengirim peringatan keras agar Tel Aviv menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Teheran.

Serangan ke fasilitas strategis itu disebut sebagai respons atas aksi Iran terhadap aset milik UEA. Dalam narasi konflik ini, Abu Dhabi tidak sekadar menjadi penonton, tetapi berada di garis depan dari pertukaran pukulan yang makin meluas.

Gelombang balasan Iran meluas ke Teluk

Sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata, Iran disebut meluncurkan rudal dan drone yang sebagian besar diarahkan ke wilayah UEA. Serangan itu kemudian meluas ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

Rangkaian serangan tersebut menunjukkan konflik tidak lagi berputar pada Iran, Israel, dan Amerika Serikat saja. Negara-negara Teluk ikut terseret ke dalam ancaman yang sama, dengan risiko keamanan yang langsung terasa di kawasan.

UEA sendiri disebut sebagai salah satu negara yang paling sering menjadi sasaran serangan Iran setelah Israel sejak konflik dimulai. Posisi Abu Dhabi yang dinilai dekat dengan Washington dan Tel Aviv membuat negara itu berada dalam sorotan dan jalur risiko yang tinggi.

Pertarungan narasi di tengah eskalasi

Otoritas di Abu Dhabi menuding Iran berupaya menyesatkan komunitas internasional. Tuduhan itu terkait klaim bahwa wilayah dan ruang udara negara-negara Arab digunakan untuk memfasilitasi serangan ke Iran.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konflik ini tidak hanya berlangsung lewat serangan fisik. Ada juga perebutan pengaruh narasi yang ikut menentukan bagaimana negara-negara kawasan membaca situasi dan membangun sikap politik.

UEA memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab bisa berdampak lebih luas pada dinamika diplomatik kawasan. Abu Dhabi menilai tindakan semacam itu justru dapat memperkuat hubungan antara Israel dan negara-negara Arab yang sudah lebih dulu menjalin relasi dengan Tel Aviv.

Di titik inilah posisi UEA menjadi sangat rumit. Negara itu tampil sebagai pelaku serangan terhadap Iran, tetapi sekaligus menjadi target balasan Tehran dalam konflik yang terus melebar.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa perang AS-Israel melawan Iran tidak hanya berdampak pada dua kubu utama. Konflik itu juga mengubah kalkulasi keamanan negara-negara Teluk secara langsung, termasuk UEA yang kini berada di pusat pusaran serangan dan balasan.

Source: www.beritasatu.com
Terkait