Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran akan segera ditandatangani. Jika penandatanganan itu terjadi, pembukaan kembali Selat Hormuz disebut akan menyusul dan jalur pelayaran penting tersebut bisa kembali beroperasi.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena menyentuh dua hal yang paling sensitif dalam konflik ini, yaitu masa depan program nuklir Iran dan akses pelayaran di kawasan Teluk. Trump menyampaikannya melalui Truth Social, lalu menegaskan bahwa kesepakatan itu dijadwalkan diteken pada hari berikutnya.
Trump Tekankan Iran Tak Lagi Mengejar Senjata Nuklir
Dalam unggahannya, Trump mengatakan Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir. Ia juga menegaskan Iran tidak akan memilikinya melalui pembelian, pengembangan, atau cara lain.
Trump menambahkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Iran saat ini sudah “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya. Ia juga mengatakan Washington akan “masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat, ketika situasi sudah benar-benar tenang.
Di bagian lain, Trump menegaskan kesepakatan itu tidak mencakup transfer dana dari Amerika Serikat ke Iran. Ia membandingkannya dengan kebijakan masa mantan Presiden Barack Obama, saat ia menyebut ada pembayaran ratusan miliar dolar, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai.
Tahap Akhir Perundingan AS-Iran
Perkembangan terbaru ini juga didahului oleh pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan, yang menyebut upacara penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Minggu. Dalam pernyataannya di platform X, kementerian itu mengatakan Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi menyambut baik perundingan AS-Iran yang disebut sudah memasuki tahap akhir.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Ia menegaskan Iran tetap berpegang pada posisi bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani uranium yang diperkaya tingkat tinggi adalah memprosesnya di wilayah Iran sendiri.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif kemudian mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati. Rangkaian pernyataan dari berbagai pihak itu menunjukkan pembicaraan AS dan Iran telah bergerak ke tahap paling akhir, dengan penandatanganan elektronik disebut sudah dijadwalkan.
Jika kesepakatan benar-benar diteken seperti yang disampaikan Trump, perhatian berikutnya akan tertuju pada implementasi dan dampaknya terhadap Selat Hormuz. Jalur itu menjadi salah satu poros penting bagi pelayaran di kawasan, sehingga pembukaannya kembali akan menjadi sinyal besar bagi stabilitas regional.
Source: www.viva.co.id






