Trump Intervensi Sanksi Balogun, Belgia Sorot Fair Play FIFA

Keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu laga untuk Folarin Balogun memicu protes keras dari Federasi Sepak Bola Belgia atau RBFA. Penyerang Amerika Serikat itu kini tetap bisa tampil saat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle.

RBFA menilai langkah itu menimbulkan pertanyaan besar soal konsistensi aturan dan prinsip fair play. Kasus ini juga menarik perhatian karena muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump meminta FIFA meninjau ulang sanksi Balogun.

Dasar keputusan FIFA dipertanyakan

RBFA menyatakan kaget atas keputusan FIFA yang tetap menganggap Balogun memenuhi syarat untuk bermain. Federasi Belgia menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan aturan disiplin yang selama ini berlaku dalam kompetisi resmi FIFA.

Dalam pernyataannya, RBFA merujuk Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang menyebut kartu merah otomatis berujung pada larangan bermain satu pertandingan. Mereka juga menyoroti Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026 yang mewajibkan pemain dengan kartu merah langsung atau akumulasi kartu kuning menjalani skorsing pada laga berikutnya.

Di sisi lain, FIFA memakai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA sebagai dasar untuk menangguhkan sanksi yang sudah dijatuhkan. Hukuman Balogun tidak dihapus, tetapi ditunda selama satu tahun masa percobaan.

Aturan yang DisorotIsi PokokDampak pada Balogun
Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFAKartu merah otomatis berujung larangan bermain 1 pertandinganSeharusnya absen pada laga berikutnya
Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia 2026Pemain dengan kartu merah langsung atau akumulasi kartu kuning menjalani skorsing laga berikutnyaMemperkuat alasan skorsing
Pasal 27 Kode Disiplin FIFASanksi dapat ditangguhkan dalam masa percobaanBalogun tetap bisa dimainkan

Nama Trump ikut menyeret perkara ke ranah politik

The New York Times dan The Guardian melaporkan Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan atas kartu merah Balogun. Laporan itu membuat persoalan disiplin pertandingan berubah menjadi perdebatan yang juga menyentuh ranah politik.

Trump juga disebut memberi apresiasi atas keputusan FIFA melalui akun Truth Social miliknya. Ia menulis, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan sebuah ketidakadilan besar,” sebagaimana dikutip dalam laporan yang beredar.

Laporan lain menyebut Gedung Putih ikut menyuarakan keberatan atas kartu merah Balogun. Pihak Gedung Putih juga meminta FIFA mengevaluasi proses penggunaan Video Assistant Referee atau VAR dalam laga AS melawan Bosnia-Herzegovina.

Balogun kembali jadi opsi utama Amerika Serikat

Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar. Mantan penyerang Arsenal itu diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic, pada menit ke-64.

Keputusan FIFA membuat Balogun tetap tersedia untuk pelatih Mauricio Pochettino. Situasi ini penting bagi AS karena Balogun menjadi salah satu pemain kunci selama turnamen.

Striker berusia 25 tahun itu sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 dan membantu tim tuan rumah melangkah ke fase gugur. Status kelayakannya untuk tampil langsung berdampak pada kekuatan lini depan AS saat menghadapi Belgia.

RBFA siapkan langkah lanjutan

RBFA menegaskan sedang mempelajari semua opsi yang tersedia, termasuk kemungkinan langkah hukum. Federasi Belgia menilai keterlibatan pihak di luar sepak bola berpotensi merusak prinsip fair play yang menjadi dasar kompetisi internasional.

“Untuk melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta dan menjaga prinsip dasar fair play dalam olahraga ini, RBFA sedang menyelidiki seluruh opsi yang tersedia,” demikian pernyataan federasi Belgia.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas karena tidak hanya menyangkut satu pemain, tetapi juga konsistensi penerapan regulasi disiplin FIFA di Piala Dunia 2026. Perdebatan tentang sejauh mana intervensi politik bisa memengaruhi keputusan sepak bola internasional pun belum mereda.

Source: bola.bisnis.com
Terkait