Trump Ingin AS Gelar Piala Dunia Sendiri, Kanada dan Meksiko Bisa Disisihkan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan keinginan agar negaranya kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia tanpa Kanada dan Meksiko. Pernyataan itu muncul ketika AS justru terlibat dalam penyelenggaraan turnamen bersama dua negara tetangganya.

Gagasan tersebut mengarah pada pencalonan edisi mendatang, dengan Piala Dunia 2038 menjadi kesempatan terdekat yang masih terbuka. Namun, jalan menuju penawaran tuan rumah tidak sederhana karena FIFA menerapkan aturan kelayakan dan masa tunggu bagi kawasan yang baru menggelar turnamen.

Trump menyampaikan pandangannya dalam resepsi Piala Dunia FIFA di Trump Tower, New York. Menurut Kompas.com yang mengutip Politico, acara itu berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Trump mengatakan, “Anda harus memilih S lagi.” Ia kemudian menambahkan, “Kali ini kita akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko.”

Pernyataan itu menempatkan format tuan rumah tunggal sebagai salah satu gagasan yang diinginkan Trump untuk AS. Belum ada penjelasan mengenai langkah resmi pencalonan atau pembicaraan formal dengan FIFA terkait keinginan tersebut.

Piala Dunia 2038 Jadi Peluang Terdekat

Hak penyelenggaraan Piala Dunia 2030 dan 2034 sudah diberikan kepada negara-negara lain. Karena itu, edisi 2038 menjadi turnamen terdekat yang masih dapat diperebutkan melalui proses penawaran tuan rumah.

Proses pencalonan Piala Dunia dimulai bertahun-tahun sebelum pertandingan pertama digelar. Negara atau kawasan yang baru menjadi tuan rumah juga perlu melewati masa tunggu sebelum dapat kembali mengajukan penawaran.

Edisi Piala DuniaStatusTuan Rumah atau Wilayah
2030Hak penyelenggaraan telah diberikanSpanyol, Portugal, Maroko; laga pembukaan di Argentina, Paraguay, Uruguay
2034Tuan rumah telah dipilihArab Saudi
2038Masih tersedia untuk penawaranBerpotensi diperebutkan

Untuk Piala Dunia 2030, Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama. Argentina, Paraguay, dan Uruguay akan menggelar pertandingan pembukaan sebagai penanda 100 tahun sejarah turnamen tersebut.

Arab Saudi telah dipilih untuk menyelenggarakan edisi 2034. Situasi itu membuat Piala Dunia 2038 berpotensi menjadi arena persaingan baru bagi negara atau kawasan yang memenuhi syarat.

Artikel Kompas.com menyebut negara dari Amerika Utara dan Oseania dapat memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran edisi 2038. Jika AS benar-benar maju, persaingan pencalonan diperkirakan dapat menjadi lebih ketat.

Gagasan AS dan China

Selain membicarakan tuan rumah tunggal, Trump juga mengungkap saran Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai kemungkinan AS dan China menjadi tuan rumah bersama. Gagasan itu disampaikan dalam nada bercanda, dengan Trump menyinggung penerbangan singkat yang akan dinikmati para pemain antarpertandingan.

Usulan tersebut menarik perhatian karena jarak antara AS dan China sangat jauh. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan format turnamen, pembagian laga, maupun bentuk penawaran bersama yang dimaksud.

Perhatian Trump terhadap agenda sepak bola dunia juga terlihat dalam pembahasan soal Folarin Balogun. Ia mengaku pernah menghubungi Infantino setelah penyerang AS itu menerima kartu merah saat timnya menang atas Bosnia Herzegovina.

Kartu merah tersebut semestinya berujung pada skorsing otomatis satu pertandingan. Namun, FIFA kemudian menangguhkan larangan itu sehingga Balogun dapat bermain melawan Belgia, sebuah keputusan yang disebut tidak biasa dan memicu kritik di berbagai negara.

Trump memuji Infantino atas keputusan tersebut saat keduanya berada dalam resepsi di Trump Tower. “Anda membuat keputusan hebat lainnya. Anda tidak akan pernah mendapatkan pujian untuk itu,” ujar Trump kepada presiden FIFA itu.

Keinginan menggelar turnamen tanpa Kanada dan Meksiko, gagasan kerja sama dengan China, serta pembicaraan soal Balogun menunjukkan besarnya perhatian Trump pada Piala Dunia. Sementara itu, pencalonan untuk edisi 2038 masih terbuka dan berpotensi memunculkan persaingan baru.

Source: www.kompas.com
Terkait