Toyota Baru Jual 42 Unit Mobil Listrik di Indonesia, Pasar Murah Makin Menjauh

Author: Cung Media

Toyota masih kesulitan mengejar pasar mobil listrik murni di Indonesia. Dari Januari sampai Mei 2026, total penjualannya baru 42 unit, meski angka itu disebut cukup baik di tengah pasar yang semakin ramai.

Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: dominasi merek yang lebih agresif di segmen harga terjangkau membuat Toyota belum punya ruang besar untuk bergerak. Saat sejumlah rival sudah mampu menjual ratusan unit, bahkan menembus lebih dari 1.000 unit per bulan, Toyota masih bergantung pada dua model saja.

bZ4X masih jadi tumpuan utama

Dari total penjualan itu, bZ4X menyumbang 41 unit, sedangkan Urban Cruiser EV hanya satu unit. Artinya, hampir seluruh penjualan mobil listrik Toyota di Indonesia masih bertumpu pada bZ4X yang lebih dulu dipasarkan.

bZ4X sudah dirakit lokal sejak tahun lalu. Langkah itu membantu menekan harga, tetapi banderolnya masih berada di atas Rp 500 juta dan tetap tergolong mahal untuk sebuah SUV listrik.

Sebelumnya, harga bZ4X bahkan disebut pernah tembus Rp 1 miliar. Di pasar yang makin sensitif pada harga, posisi seperti ini jelas bukan yang paling mudah untuk bersaing.

Urban Cruiser EV masih terlalu mahal bagi banyak konsumen

Berbeda dari bZ4X, Urban Cruiser EV masih berstatus CBU dari India. Model ini juga masih tergolong baru di jajaran mobil listrik Toyota yang dijual di Indonesia.

Harganya ada di kisaran Rp 760 jutaan, lebih rendah dari bZ4X yang mencapai Rp 800 juta. Namun, banderol itu tetap menempatkannya di kelas yang cukup tinggi ketika banyak konsumen mulai melirik opsi yang lebih murah.

Urban Cruiser EV juga terkait dengan Suzuki e Vitara yang hadir kemudian dan disebut sebagai kembarannya. Keduanya sama-sama masih diimpor dari India.

Rival murah makin menekan

Persaingan harga menjadi tantangan paling besar bagi Toyota di segmen ini. Merek-merek asal China seperti BYD, Chery, dan Jaecoo disebut semakin agresif menawarkan mobil listrik entry level.

Kondisi itu membuat merek lain tertinggal jika belum bisa menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih ramah kantong. Toyota ikut merasakan dampaknya, meski bZ4X sudah mulai dirakit lokal.

Di luar negeri, situasinya berbeda karena pasokan komponen BEV sudah lebih siap. Di Indonesia, harga baterai yang belum bisa dirakit lokal masih menjadi faktor utama yang menjaga harga mobil listrik tetap tinggi.

Strategi Toyota tetap mengarah ke elektrifikasi

Meski penjualan BEV belum maksimal, Toyota tetap melanjutkan strategi di kendaraan ramah lingkungan. Fokus itu mencakup mobil listrik dan hybrid sekaligus, bukan hanya bergantung pada satu jenis teknologi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Toyota masih melihat pasar elektrifikasi Indonesia sebagai arena yang harus dijalani secara bertahap. Namun, untuk mobil listrik murni, tekanan dari rival yang menawarkan harga lebih murah masih menjadi hambatan terbesar.

Source: ridertua.com
Terbaru