Maxdecal memanfaatkan dunia otomotif untuk mendorong promosi kuliner Nusantara lewat program Maxdecal Foodie. Kolaborasi ini dijalankan bersama Pasutri Touring dengan tujuan mengenalkan kuliner UMKM sekaligus membawa cerita daerah ke audiens yang lebih luas.
Pendekatan yang dipakai tidak berhenti pada perjalanan jarak jauh semata. Kendaraan diposisikan sebagai media promosi bergerak yang bisa menyebarkan pesan tentang makanan khas, identitas daerah, dan potensi usaha kecil secara lebih efektif.
Touring yang membawa misi promosi
Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, menyebut kolaborasi ini lahir pada momentum yang tepat. Pasutri Touring sedang menyiapkan perjalanan panjang, sementara Maxdecal baru meluncurkan program promosi yang berfokus pada UMKM.
Nofian menegaskan bahwa kendaraan kini punya fungsi yang lebih luas dari sekadar alat transportasi. “Kendaraan saat ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bisa menjadi media promosi efektif yang langsung menjangkau masyarakat,” ujarnya.
Kuliner daerah dibawa lewat storytelling
Maxdecal Foodie tidak hanya mencari makanan khas dari satu daerah ke daerah lain. Program ini juga menonjolkan cerita di balik hidangan agar kuliner tampil sebagai bagian dari pengalaman budaya yang lebih utuh.
Pendekatan storytelling membuat makanan tidak sekadar dipandang sebagai produk jualan. Setiap sajian diposisikan sebagai pintu masuk untuk memahami sejarah lokal, kebiasaan masyarakat, dan karakter wilayah yang dikunjungi.
Cara ini dinilai penting karena banyak kuliner daerah memiliki nilai lebih dari sekadar rasa. Dengan narasi yang kuat, makanan khas lebih mudah diingat dan lebih berpeluang menarik perhatian publik yang lebih luas.
Dukungan untuk UMKM dan diplomasi budaya
Inisiatif ini juga mendapat perhatian dari Irene Umar, yang melihat kuliner sebagai bentuk diplomasi budaya Indonesia. Ia menilai kekayaan rempah dan kisah di balik kuliner Nusantara punya daya tarik kuat, termasuk untuk pasar global.
Pandangan itu sejalan dengan misi program yang ingin mengangkat hidden gem kuliner agar naik kelas. Fokusnya bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menunjukkan jejak budaya yang melekat pada setiap hidangan.
Bagi pelaku UMKM, promosi seperti ini membuka peluang baru untuk memperoleh eksposur tanpa harus bergantung pada cara promosi konvensional. Kehadiran kendaraan yang terus bergerak di jalan memberi ruang berbeda untuk mengenalkan usaha kecil ke masyarakat.
Pasutri Touring bawa pengalaman panjang
Kolaborasi ini melibatkan Ricky Rinaldo dan Adriana Vonny Ramli, pasangan traveler yang dikenal sebagai full-time traveller. Keduanya sudah menempuh perjalanan lebih dari 65.000 kilometer.
Mereka juga pernah menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia serta melintasi Brunei dan Malaysia. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting saat mereka menjalankan misi promosi kuliner UMKM dalam perjalanan berikutnya.
Fokus awal dari Indonesia Timur
Touring bertajuk Maxdecal Journey to the East resmi dimulai pada 25 April 2026. Larantuka menjadi titik awal perjalanan yang memfokuskan eksplorasi pada kawasan Indonesia Timur.
Wilayah ini dipilih karena menyimpan lanskap yang eksotis, budaya yang kuat, dan potensi kuliner yang belum banyak terekspos. Dengan membawa misi promosi ke sana, program ini diharapkan bisa membuka perhatian baru terhadap ragam kuliner lokal.
NMAX Turbo jadi kanvas berjalan
Dalam perjalanan tersebut, Pasutri Touring menggunakan Yamaha NMAX Turbo TechMax Ultimate. Kendaraan itu dilapisi stiker Maxdecal 9600 dan Paint Protection Film atau PPF untuk mendukung mobilitas di jalur yang panjang.
Material tersebut disebut tahan terhadap panas, hujan, debu, dan paparan sinar UV. Karakter ini dinilai sesuai untuk kondisi perjalanan di Indonesia Timur yang membutuhkan perlindungan tambahan pada kendaraan.
Selain melindungi bodi, stiker juga berfungsi sebagai penanda visual promosi. Maxdecal menyiapkan stiker eksklusif di setiap titik kuliner yang dikunjungi agar UMKM setempat mendapat identitas promosi yang jelas.
Langkah ini membuat setiap pemberhentian touring memiliki nilai lebih bagi pelaku usaha. Promosi berjalan yang melekat di kendaraan dapat membantu meningkatkan visibilitas brand tanpa biaya besar, sekaligus memperkuat hubungan antara otomotif, ekonomi kreatif, dan kuliner Nusantara.
Source: www.liputan6.com