Torpedo Jepang Menenggelamkan USS Juneau, Valiant Shield Tunjukkan Daya Gempur Baru

Author: Cung Media

Sebuah kapal perang Amerika Serikat yang sudah dipensiunkan tenggelam ke dasar laut setelah dihantam torpedo kapal selam Jepang dalam latihan Valiant Shield. USS Juneau (LPD-10) kini menjadi sasaran yang benar-benar hilang di laut, jauh lebih dari 200 mil laut dari pantai di kawasan Mariana Islands Range Complex.

Penenggelaman ini terjadi dalam skema SINKEX, yakni latihan penembakan langsung terhadap kapal sasaran yang menjadi bagian dari Valiant Shield antara 22 Juni hingga 1 Juli. Menurut Angkatan Laut AS, latihan itu dirancang untuk memberi ruang bagi tim gabungan dalam mengintegrasikan kemampuan lintas domain dan mempertajam koordinasi pada operasi maritim tingkat tinggi di Pasifik.

Kapal tua yang dipilih jadi sasaran

USS Juneau adalah kapal angkut amfibi kelas Austin yang mulai bertugas pada 1969. Kapal ini pernah digunakan dalam Perang Vietnam dan Operasi Desert Storm sebelum dipensiunkan pada 2008.

Setelah dinonaktifkan, kapal tersebut disandarkan di Naval Sea Systems Command Inactive Ships On-Site Maintenance Office di Pearl Harbor. Statusnya sebagai kapal tak aktif membuatnya cocok dipakai untuk latihan tembakan langsung yang bertujuan menguji sistem senjata secara nyata, bukan hanya lewat simulasi.

Informasi Utama Detail
Nama kapal USS Juneau (LPD-10)
Jenis Kapal angkut amfibi kelas Austin
Tahun mulai bertugas 1969
Tahun dipensiunkan 2008
Lokasi tenggelam Lebih dari 200 mil laut dari pantai, Mariana Islands Range Complex

Torpedo Jepang dan latihan gabungan

Sasaran akhir kapal itu datang dari torpedo yang dilepaskan kapal selam Japan Maritime Self-Defense Force. Penggunaan aset Jepang dalam penenggelaman ini menunjukkan tingkat integrasi kemampuan antarnegara yang ingin ditekankan dalam latihan tersebut.

Valiant Shield sendiri melibatkan Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Angkatan Laut AS menggambarkannya sebagai latihan lapangan dua tahunan yang membangun kemampuan nyata untuk mendukung kekuatan gabungan melalui deteksi, pelacakan, dan penyerangan unit di laut, udara, ruang angkasa, darat, dan dunia siber.

Prosedur lingkungan sebelum kapal ditenggelamkan

Sebelum dipakai dalam SINKEX, Angkatan Laut AS menjalankan pembersihan ketat pada kapal sasaran. Proses itu mencakup penghilangan seluruh cairan polychlorinated biphenyls atau PCB dari transformator dan kapasitor besar, serta dari kapasitor kecil sejauh memungkinkan.

Selain itu, sampah, material yang bisa mengapung, bahan yang mengandung merkuri atau fluorokarbon, dan benda PCB padat yang mudah dilepas juga dibuang. Petroleum pun dibersihkan dari tangki, pipa, dan reservoir kapal sebelum penenggelaman dilakukan.

Untuk memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan, seorang manajer lingkungan, keselamatan, dan kesehatan dari Angkatan Laut serta seorang supervisor jaminan kualitas hadir memeriksa remedi lingkungan yang dilakukan.

Tenggelamnya USS Juneau memperlihatkan bagaimana latihan bersama di Pasifik tidak hanya menguji daya hancur senjata, tetapi juga menampilkan koordinasi yang lebih rapat antarnegara sekutu. Dalam skenario seperti ini, kapal tua yang sudah dipensiunkan pun masih memiliki peran penting sebagai sasaran nyata untuk mengasah kesiapan tempur gabungan.

Terbaru