Rijswijk terasa seperti ruang pertemuan Indonesia ketika Pasar Raya Nusantara 2026 digelar di aula De Broodfabriek pada 27–28 Juni 2026. Dari panggung seni hingga aroma kopi, acara ini memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya bisa bekerja lewat pengalaman yang dekat dengan pengunjung.
Dengan tema “Together in One Heart”, KBRI Den Haag mengemas festival ini bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai jembatan sosial dan ekonomi antara Indonesia dan Belanda. Formatnya merangkul diaspora Indonesia, warga Belanda, dan pelaku usaha lintas komunitas dalam satu ruang yang sama.
Budaya Nusantara tampil dari Aceh hingga Papua
Selama dua hari, panggung utama di De Broodfabriek diisi 22 penampil yang membawa ragam seni dari berbagai wilayah Nusantara. Warna budaya dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua hadir lewat tari dan musik tradisional maupun modern.
Format festival membuat pertunjukan terasa lebih interaktif bagi pengunjung dengan latar belakang yang beragam. Di sisi lain, kehadiran seni dalam ruang publik seperti ini membantu memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat kepada masyarakat lokal di Belanda.
| Elemen Acara | Jumlah | Isi Utama |
|---|---|---|
| Penampil seni | 22 | Tarian dan musik dari berbagai daerah Nusantara |
| Vendor UMKM | 38 | Wastra, kerajinan, dan produk kecantikan berbasis bahan alami |
| Vendor kuliner | 18 | Hidangan autentik Indonesia, termasuk sate, rendang, dan kopi nusantara |
| Sesi talkshow dan workshop | 7 | Topik kuliner, kerajinan, dan investasi di sektor ekonomi kreatif |
UMKM dan kuliner menjadi wajah ekonomi Indonesia
Pasar Raya Nusantara 2026 juga memberi panggung besar bagi 38 vendor UMKM yang menampilkan produk unggulan. Wastra nusantara, kerajinan tangan, dan produk kecantikan berbasis bahan alami menjadi bagian penting dari wajah ekonomi Indonesia yang dipresentasikan di Rijswijk.
Di area kuliner, 18 vendor menghadirkan hidangan yang langsung menarik perhatian pengunjung. Aroma sate, rendang, dan kopi nusantara menjadi daya tarik yang membuat area ini ramai selama acara berlangsung.
Kopi nusantara memberi sentuhan paling personal
Di antara beragam produk yang dipamerkan, kopi nusantara tampil sebagai magnet yang kuat. Aroma biji kopi yang baru digiling menghadirkan kehangatan dan kedekatan emosional, terutama bagi pengunjung yang rindu suasana Indonesia.
Kuliner dan minuman tradisional seperti ini memperlihatkan bagaimana gastrodiplomacy bekerja secara sederhana namun efektif. Lewat rasa dan aroma, identitas Indonesia hadir dalam bentuk yang mudah diterima dan mudah diingat.
Talkshow, workshop, dan peluang yang lebih luas
Selain pertunjukan dan bazar, pengunjung juga mendapat akses ke tujuh sesi talkshow dan workshop interaktif. Program ini mempertemukan pelaku industri kreatif, profesional, dan pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh potensi kuliner, kerajinan, dan investasi di sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya tidak berhenti pada hiburan. Kegiatan tersebut juga membuka ruang edukasi ekonomi dan peluang kerja sama dengan mitra bisnis di Belanda dan Eropa, terutama untuk produk yang membawa identitas Indonesia yang kuat.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, L. Amrih Jinangkung, menegaskan bahwa acara semacam ini penting untuk memperkuat hubungan bilateral. Ia menempatkan Pasar Raya Nusantara sebagai sarana untuk mempererat relasi Indonesia dan Belanda melalui kekayaan budaya serta kreativitas Indonesia.
Rutin digelar, Pasar Raya Nusantara berkembang menjadi agenda yang dinanti karena mampu menyatukan diaspora, warga lokal, dan pelaku usaha dalam satu pertemuan yang hangat. Di Rijswijk, kehadiran budaya, kuliner, dan kopi Nusantara memperlihatkan bagaimana diplomasi Indonesia bisa terasa dekat bahkan jauh dari tanah air.
