Torino menampilkan karakter kuat saat tertinggal lebih dulu, lalu membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Sassuolo di Stadion Olimpico Grande Torino. Dua gol cepat Giovanni Simeone dan Marcus Pedersen dalam rentang empat menit mengubah jalannya laga dan menjaga reputasi Granata sebagai tim yang sangat sulit dikalahkan di kandang.
Kemenangan ini juga mempertegas tren positif Torino di depan pendukung sendiri. Mereka kini mengoleksi 13 poin dari 15 poin maksimal di markas sendiri, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi sekaligus stabilitas dalam laga-laga kandang.
Sassuolo sebenarnya memulai pertandingan dengan agresif. Kombinasi Volpato dan Pinamonti hampir berbuah gol pada menit kedua, tetapi kiper Paleari berhasil mematahkan peluang itu.
Torino sempat mendapat ancaman lewat sundulan Njie pada menit ke-12. Bola bahkan membentur mistar gawang dua kali, tetapi babak pertama tetap berjalan tanpa gol.
Kebuntuan pecah setelah jeda ketika Kristian Thorstvedt membawa Sassuolo unggul. Gelandang itu memanfaatkan umpan dari Lipani dan bola pantul di dalam kotak penalti untuk menembus pertahanan Torino.
Tertinggal membuat Torino meningkatkan intensitas serangan. Roberto D’Aversa kemudian memasukkan Duvan Zapata untuk menambah daya dobrak, dan keputusan itu langsung memberi efek pada permainan tuan rumah.
Giovanni Simeone menjadi pembuka kebangkitan Torino lewat sundulan pada menit ke-21. Ia menyelesaikan umpan dari Ebosse dan membuat Stadion Olimpico Grande Torino kembali bergemuruh.
Empat menit setelah gol penyeimbang, Marcus Pedersen memastikan Torino berbalik unggul lewat tandukan kepala. Bek asal Norwegia yang pernah membela Sassuolo itu mencetak gol pertamanya di kompetisi sepak bola Italia.
Skor 2-1 bertahan sampai laga selesai dan membawa Torino menyamai raihan 44 poin yang mereka capai pada musim sebelumnya. Catatan itu menegaskan stabilitas tim, terutama saat tampil di kandang sendiri.
D’Aversa menilai kemenangan ini lahir dari kerja harian tim dan konsistensi performa di markas sendiri. Ia juga menekankan bahwa Torino harus mengejar posisi lebih tinggi di klasemen, karena sekadar aman dari ancaman degradasi dianggap belum cukup untuk klub dengan identitas besar seperti Granata.
Modal kemenangan ini membuat Torino menatap laga derbi di Stadion Grande Torino pada pekan terakhir dengan rasa percaya diri yang lebih besar. Performa kandang yang impresif menjadi bekal penting saat mereka berupaya memperbaiki posisi di klasemen akhir Serie A musim 2026.







