Ilia Topuria mulai menunjukkan pemulihan yang jauh lebih cepat dari perkiraan setelah kekalahan perdananya di UFC Freedom 250 saat menghadapi Justin Gaethje. Wajahnya yang sempat rusak akibat pertarungan kini dilaporkan berangsur membaik, meski duel itu meninggalkan cedera yang cukup serius.
Pertarungan penyatuan gelar kelas ringan itu berjalan berat bagi Topuria selama empat ronde sebelum timnya menghentikan laga. Laporan yang beredar menyebut petarung asal Spanyol tersebut mengalami dua patah tulang orbital, salah satu cedera yang paling sensitif bagi seorang petarung.
Pemulihan yang melampaui dugaan awal
Kabar terbaru soal kondisinya disampaikan pelatih fisik Topuria, Jesus Gallo, dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube SerEbro EnlosDeportes. Gallo menilai proses pemulihan sang petarung berjalan lebih cepat dari perkiraan tim.
Ia menyebut perubahan fisik Topuria sudah terlihat jelas hanya dalam waktu singkat setelah laga. “Hari demi hari, dia sudah terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda,” kata Gallo.
Gallo juga menjelaskan bahwa pembengkakan dan memar di wajah Topuria sudah banyak menghilang. Secara kasat mata, kondisi Topuria disebut jauh lebih baik meski baru melewati sekitar satu minggu dan dua hari sejak pertarungan.
Dokter belum menyarankan operasi
Meski luka di wajah Topuria tergolong serius, tim medis menilai kondisi tulang orbitalnya masih bisa pulih tanpa operasi. Gallo menyampaikan bahwa dokter melihat tidak ada pergeseran pada struktur tulang, sehingga penyembuhan dapat berlangsung alami.
Menurut penjelasan itu, masa pemulihan diperkirakan memakan waktu 6 hingga 8 minggu sebelum luka benar-benar sembuh dengan baik. Setelah itu, Topuria masih harus melewati fase adaptasi agar tubuhnya kembali siap untuk latihan yang lebih berat.
Tahap lanjutan itu mencakup aktivitas seperti gulat dan sparring yang membutuhkan stabilitas penuh di area wajah dan kepala. Karena itu, tim memilih tidak terburu-buru meski perkembangan awalnya tergolong positif.
Target comeback mulai mengerucut ke bulan Desember
Gallo menilai Topuria masih memerlukan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan sebelum bisa kembali menjalani latihan intensitas tinggi secara normal. Jadwal tersebut membuat peluang comeback di akhir tahun mulai terbuka lebar.
Dalam pernyataannya, Gallo menyebut bulan Desember sebagai target yang paling realistis untuk pertarungan berikutnya. “Jika kalian melihat kami bertanding ulang atau bertarung, itu akan terjadi menjelang akhir tahun, di bulan Desember. Siapa tahu? Kita lihat saja nanti,” ujarnya.
Dengan kondisi yang terus membaik, Topuria kini berpeluang menutup tahun 2026 dengan kembali ke oktagon. Situasi itu juga menjadi langkah awal baginya untuk bangkit setelah menelan kekalahan pertama sepanjang karier profesionalnya di hadapan Justin Gaethje.
Source: www.viva.co.id






