Topeng kecoak menjadi simbol paling mencolok dalam demonstrasi besar kalangan muda di India. Aksi yang berlangsung di New Delhi itu berujung pada laporan sekitar 180 orang terluka saat ribuan pelajar bergerak menuju gedung parlemen.
Para demonstran menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri menyusul skandal kebocoran ujian. Namun, kemarahan peserta aksi juga mencerminkan kegelisahan yang lebih luas mengenai sulitnya mencari kerja dan tingginya pengangguran di kalangan muda.
Aksi tersebut mengusung nama Cockroach Janata Party atau CJP, kelompok yang dibentuk sebagai sindiran politik terhadap Bharatiya Janata Party (BJP). Pemilihan kecoak sebagai simbol dipakai untuk menyampaikan kritik tajam kepada pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Ribuan pelajar dilaporkan melakukan long march menuju parlemen di ibu kota India. Dalam perjalanan itu, peserta aksi disebut menghadapi tindakan kekerasan dari aparat di lapangan.
Situasi demonstrasi kemudian memicu laporan mengenai korban luka serta penangkapan peserta. Hingga Senin, jumlah dampak yang dilaporkan menunjukkan besarnya eskalasi dalam penanganan aksi tersebut.
| Indikator | Jumlah Dilaporkan | Keterangan |
|---|---|---|
| Orang terluka | Sekitar 180 orang | Dilaporkan mengalami luka-luka |
| Demonstran ditangkap | 70 orang | Ditangkap setelah aksi protes |
CJP menyatakan akan menyiapkan bantuan hukum bagi demonstran yang ditangkap. Pernyataan itu muncul di tengah tudingan bahwa sejumlah peserta ditahan secara sewenang-wenang setelah aksi berlangsung.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung kelompoknya yang menjadi korban luka. CNN Indonesia, mengutip DW, melaporkan bahwa ia secara khusus menyoroti perempuan yang disebut mengalami kekerasan dalam penanganan demonstrasi.
“Saya meminta maaf ke semua pendukung kami, terutama ke para perempuan yang dipukuli secara brutal oleh polisi laki-laki,” kata Dipke pada Senin (20/7). Ia mengakui perlindungan terhadap peserta aksi seharusnya dapat dilakukan dengan lebih baik.
Dipke juga menyampaikan kritik keras terhadap tindakan Kepolisian Delhi. “Kita seharusnya bisa berbuat lebih baik. Saya seharusnya bisa berbuat lebih baik untuk melindungi Anda dari tindakan tak manusiawi Kepolisian Delhi,” ujarnya.
Menurut Dipke, salah seorang peserta demonstrasi berada dalam kondisi kritis akibat serangan polisi. Hingga laporan tersebut muncul, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Delhi mengenai tudingan kekerasan maupun jumlah korban.
Tuntutan terhadap Dharmendra Pradhan menjadi salah satu fokus utama massa, terutama terkait persoalan kebocoran ujian. Bagi pelajar dan kelompok muda yang ikut dalam long march, isu pendidikan itu berkaitan langsung dengan peluang memperoleh pekerjaan di tengah persaingan yang ketat.
Juru bicara ACP Ashutosh Ranka turut mendesak Kepolisian Delhi membebaskan seluruh peserta yang ditangkap. Ia juga meminta aparat menjelaskan secara terbuka jumlah orang yang masih ditahan terkait demonstrasi tersebut.
“Polisi Delhi perlu menjelaskan secara gamblang berapa banyak orang yang masih ditahan terkait protes kemarin,” ujar Ranka. Desakan pembebasan itu menguat ketika CJP menyatakan akan mendampingi demonstran melalui bantuan hukum.
Di balik penggunaan topeng kecoak, protes ini membawa tuntutan yang jauh lebih besar daripada simbol satir politik. Para peserta menekan pihak berwenang agar bertanggung jawab atas kebocoran ujian, akses kerja yang sulit, serta penanganan demonstrasi yang dilaporkan menimbulkan banyak korban.
Source: www.cnnindonesia.com






