TOI-1883 b menarik perhatian astronom karena tampil seperti planet raksasa, tetapi massanya jauh lebih ringan dari perkiraan untuk ukurannya. Dengan kepadatan sekitar 0,4 g/cm³, super-Neptunus ini masuk kelompok planet dengan kepadatan paling rendah yang pernah tercatat.
Planet ini berada sekitar 383 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit katai merah TOI-1883. Ia juga bergerak sangat cepat, menyelesaikan satu orbit hanya dalam 4,5 hari sehingga jaraknya ke bintang induk tergolong sangat dekat.
Ukuran Besar, Massa Ringan
Pengukuran lanjutan yang dipimpin Izuru Fukuda dari University of Tokyo membantu memperjelas karakter TOI-1883 b. Tim ini menggunakan instrumen Infrared Doppler atau IRD di Subaru Telescope untuk meninjau ulang massa planet yang sebelumnya masih menyimpan ketidakpastian.
Hasilnya menunjukkan massa TOI-1883 b sekitar 13,7 kali massa Bumi. Radiusnya juga sekitar 5,7 kali lebih besar daripada Bumi, kombinasi yang membuat planet ini terlihat sangat “mengembang” dibanding planet berbatu atau planet raksasa yang lebih padat.
Misteri Planet “Puffy” yang Dekat Bintang
Karakter fisik itu membuat para astronom menduga TOI-1883 b adalah exoplanet yang menggembung atau “puffy”. Salah satu kemungkinan yang dibahas adalah planet ini pernah bermigrasi mendekati bintang induknya pada masa lalu.
Dalam skenario tersebut, TOI-1883 b diduga kehilangan banyak massa akibat radiasi ultraviolet dari bintang. Namun, asal-usul dan proses pembentukannya masih belum dipahami sepenuhnya.
Karena masih ada ketidakpastian mengenai cara planet ini terbentuk dan menjadi renggang seperti sekarang, pengamatan tambahan tetap dibutuhkan. Studi lanjutan diharapkan bisa menjelaskan mengapa TOI-1883 b memiliki kerapatan yang begitu rendah dan apa yang terjadi selama evolusinya.
