Balita 3 Tahun Tewas Ditembak di Gaza Tengah, Keluarga Sebut Sang Ayah Jadi Sasaran

Author: Cung Media

Tragedi di Gaza tengah kembali memunculkan perhatian setelah seorang balita laki-laki berusia tiga tahun, Rayan Abu al-Ajeen, dilaporkan tewas ditembak saat berada dalam gendongan ayahnya. Insiden itu disebut terjadi di wilayah Wadi al-Salqa, kegubernuran Deir el-Balah, ketika keduanya menuju rumah kaca keluarga untuk bekerja di sektor pertanian.

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban sipil di Gaza di tengah situasi keamanan yang masih rapuh. Jenazah Rayan baru bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa pada Senin setelah sempat tertahan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.

Kronologi menurut keluarga

Keluarga menyebut tembakan dilepaskan pada Minggu sore waktu setempat. Bahaa Abu al-Ajeen, ayah Rayan, juga ikut menjadi sasaran dan peluru mengenai kakinya saat insiden terjadi.

Menurut keluarga, proses pertolongan berlangsung sangat lambat karena kondisi keamanan di lokasi. Bahaa kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan disebut belum stabil setelah mengalami pendarahan hebat selama berjam-jam.

Lokasi kejadian dan kesaksian keluarga

Keluarga Abu al-Ajeen menyatakan peristiwa itu terjadi di luar area yang disebut Yellow Line atau Garis Kuning. Zona tersebut digambarkan sebagai wilayah yang tidak berada di bawah kendali langsung militer Israel.

Kakek korban, Jaber Abu al-Ajeen, mengatakan ia mendengar rentetan tembakan dari arah ladang keluarga. Ia menuturkan cucunya tewas akibat luka tembak di kepala, dan peluru disebut menembus kepala Rayan hingga keluar melalui mata.

Ayah korban sempat tak mendapat bantuan

Dalam kesaksian keluarga, Bahaa sempat dibawa ke area yang dikuasai militer Israel. Jaber juga menyebut putranya dibiarkan dalam kondisi terluka parah tanpa bantuan medis selama tujuh jam.

Keluarga menegaskan mereka adalah warga sipil yang bekerja sebagai petani dan telah lama tinggal di wilayah itu. Situasi tersebut memperlihatkan sulitnya akses pertolongan di tengah kondisi keamanan yang terus memburuk.

Korban sipil di Gaza terus bertambah

Kasus ini datang di tengah laporan jumlah korban jiwa di Gaza yang terus meningkat sejak Oktober 2023. Berdasarkan catatan yang disampaikan dalam laporan, total korban tewas di Gaza telah melampaui 73.000 jiwa.

Laporan itu juga menyebut hampir 1.000 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober lalu akibat serangan yang masih berlanjut. Banyak insiden penembakan dilaporkan terjadi di sekitar Yellow Line yang terus diperluas secara sepihak oleh militer Israel.

Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait penembakan yang menewaskan balita tersebut. Di Deir el-Balah, ketegangan tetap tinggi ketika operasi militer Israel terus meluas ke wilayah-wilayah yang sebelumnya dianggap aman bagi warga sipil.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru