The Upstairs membawa dentuman dance music yang membuat ribuan penonton terus bergerak di INA Hall Peruri pada hari pertama Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026. Di balik atmosfer pesta itu, band yang terbentuk pada 2001 tersebut tetap menyelipkan cerita tentang kehidupan urban melalui lirik-liriknya.
Penampilan pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, mendapat warna baru lewat kolaborasi dengan rapper asal Makassar, OG Avamato. Perjumpaan dance music dan hip hop ini mempertegas bahwa panggung festival juga dapat menjadi ruang bagi pertemuan karakter musik yang berbeda.
Festival besar dengan rasa gig underground
Vokalis The Upstairs, Jimi Multhazam, menilai format district festival di Soundrenaline memberi pengalaman berbeda bagi penonton. Pengunjung dapat berpindah dari satu titik pertunjukan ke titik lain di kawasan Blok M District tanpa kehilangan skala besar sebuah festival.
Menurut Jimi, konsep tersebut menjaga kedekatan yang lazim ditemukan di gigs underground. “Jadi hype itu sih, festival, tapi rasa underground-nya masih ada,” ujar Jimi Multhazam usai tampil.
Respons penonton yang terbuka dan aktif bergerak juga menjadi energi balik bagi para musisi di panggung. Karakter ritme The Upstairs yang enerjik membuat suasana di INA Hall Peruri tetap hidup sepanjang penampilan mereka.
Sejumlah venue di Blok M District menjadi bagian dari rute Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026. INA Hall Peruri menjadi lokasi penampilan The Upstairs, sementara titik lain memperluas pengalaman festival bagi pengunjung.
| Venue | Kawasan | Peran dalam Festival |
|---|---|---|
| Taman Kota Peruri | Blok M District | Bagian dari rute district festival |
| INA Hall Peruri | Blok M District | Lokasi penampilan The Upstairs |
| M Bloc Livehouse | Blok M District | Bagian dari rute district festival |
| COMA Bar dan Melting Pop | Blok M District | Venue lain dalam rute festival |
Dansa yang membawa cerita kota
Bagi The Upstairs, musik yang mudah diikuti bukan berarti liriknya dibuat tanpa lapisan cerita. Jimi mengatakan lagu-lagu band tersebut dirancang agar pendengar bisa menikmati bunyinya sekaligus menangkap pesan yang dibawakan.
Topik urban menjadi salah satu benang merah dalam karya mereka karena dekat dengan pengalaman para personel. “Di antara dance-nya orang-orang yang datang itu, mereka bisa mendapatkan cerita-cerita. Kebanyakan sih urban,” kata Jimi.
Kehadiran lirik itu membuat hentakan musik The Upstairs tidak hanya berfungsi sebagai ajakan berdansa. Cerita tentang keseharian kota tetap menjadi bagian penting dari identitas band ketika tampil di hadapan penonton festival.
OG Avamato diberi ruang mengembangkan versinya
Kolaborasi dengan OG Avamato dibangun melalui pembicaraan mengenai lagu dan arah pesan yang ingin disampaikan di panggung. Setelah memahami cerita lagunya, rapper tersebut diberi ruang untuk mengembangkan bagian sendiri dalam penampilan bersama The Upstairs.
Jimi mendorong OG Avamato menulis lirik yang lebih panjang dan menghadirkan versinya sendiri dalam kolaborasi itu. Pendekatan tersebut menjadikan pertemuan lintas genre tidak sekadar tampil bersama, melainkan juga menyatukan pemahaman atas materi lagu.
Jimi memandang kreativitas dalam memilih musisi dan merancang pertemuan antargenre sebagai unsur penting sebuah festival. Baginya, festival tidak cukup hanya mengandalkan deretan nama besar yang sudah pasti mampu menarik kerumunan.
Menurut Suara.com, Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 berlangsung selama dua hari pada 18-19 Juli 2026. Selain pertunjukan musik, acara ini menghadirkan kolaborasi kreatif serta kesempatan bagi penonton untuk menjelajahi berbagai venue di Blok M District.
Rangkaian pengisi acara mencakup Tahiti 80, Last Dinosaurs, Elephant Kind, Seringai, Efek Rumah Kaca, The Panturas, Reality Club, Naykilla, DIIV, The Beths, The Adams, Float, Sal Priadi, Danilla, The SIGIT, dan Ali. Susunan tersebut mempertemukan musisi Indonesia dan mancanegara dalam satu festival.
Sebelum rangkaian utama dimulai, Soundrenaline juga membuka program The Lab pada 17 Juli 2026. Program itu mempertemukan musisi, komunitas kreatif, serta pelaku industri musik nasional dan internasional untuk berdiskusi, membangun jaringan, dan bertukar gagasan.
Penampilan The Upstairs di INA Hall Peruri memperlihatkan ruang temu antara energi dansa, rap, dan cerita personal tentang kota. Saat penonton mengikuti ritmenya, lirik urban yang dibawa band ini tetap menjadi pesan yang ikut menyala di tengah festival.
