Tether Siapkan Raksasa Bitcoin Publik, Merger Strike Dan Elektron Ubah Peta XXI

Tether Investments mendorong Twenty One Capital (XXI) menjadi perusahaan Bitcoin publik terbesar dan paling lengkap di dunia melalui rencana merger yang melibatkan Strike dan Elektron Energy. Langkah ini dirancang untuk menggabungkan treasury Bitcoin, penambangan, layanan keuangan, hingga pasar modal dalam satu platform publik.

Rencana tersebut muncul dari posisi Tether sebagai investor utama XXI dan sebagai penerbit stablecoin yang selama ini aktif memperluas peran di ekosistem aset digital. Perusahaan menilai struktur baru itu dapat memadukan neraca yang kuat dengan operasi berskala besar yang menghasilkan keuntungan, sekaligus mendorong adopsi Bitcoin lewat layanan keuangan yang lebih luas.

Merger bertahap yang disiapkan

Dalam proposal yang disampaikan, Twenty One Capital akan lebih dulu bergabung dengan Strike, perusahaan layanan keuangan Bitcoin milik Jack Mallers yang beroperasi di lebih dari 100 negara. Setelah itu, entitas hasil penggabungan akan melanjutkan proses merger dengan Elektron Energy, platform penambangan Bitcoin berskala besar.

Skema ini menunjukkan dorongan untuk membangun perusahaan publik yang tidak hanya menyimpan Bitcoin sebagai aset, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang menopang ekosistemnya. Tether Investments menilai model seperti itu bisa memberi sumber pendapatan yang lebih beragam dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis strategi investasi.

Menggabungkan layanan konsumen dan infrastruktur

Strike membawa sisi layanan keuangan yang langsung berhubungan dengan pengguna, sementara Elektron menambah kekuatan di bidang penambangan dan operasi pasar modal. Kombinasi ini dipandang dapat membuat XXI berdiri di atas tiga pilar utama, yakni layanan, produksi aset, dan pengelolaan nilai.

Tether juga menekankan bahwa perusahaan hasil merger akan memiliki kemampuan untuk menjembatani kebutuhan investor dengan infrastruktur teknis di belakang Bitcoin. Dengan pendekatan itu, XXI dapat tampil sebagai kendaraan publik yang lebih terintegrasi dibanding perusahaan yang hanya fokus pada akumulasi aset digital.

Struktur kepemimpinan ikut disorot

Dalam usulan tersebut, Tether menyebut akan merekomendasikan Raphael Zagury, CEO Elektron, untuk menjadi presiden perusahaan hasil merger. Susunan ini dinilai dapat menyatukan pengalaman Mallers di sisi konsumen dengan latar belakang Zagury dalam operasi penambangan dan pasar modal.

Kombinasi kepemimpinan itu menjadi salah satu bagian penting dari rencana integrasi bisnis yang lebih kompleks. Meski begitu, Tether belum memaparkan detail mengenai syarat transaksi, jadwal pelaksanaan, maupun tata kelola perusahaan setelah merger.

Posisi pasar dan respons investor

Saat ini, Twenty One Capital tercatat sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar kedua, dengan lebih dari 43.500 BTC di neraca menurut BitcoinTreasuries. Skala itu membuat langkah merger ini menarik perhatian pasar, terutama karena bisa memperkuat konsolidasi di sektor aset digital.

Saham XXI juga tercatat di New York Stock Exchange pada Desember 2025. Kinerjanya melemah lebih dari 10% sepanjang 2026 sejauh ini, tetapi pengumuman merger justru memicu respons positif di perdagangan after-hours.

Pada sesi tersebut, saham XXI naik lebih dari 6,6% ke level $8.35. Pergerakan itu memperlihatkan bahwa pasar masih memberi ruang bagi strategi Tether untuk mengubah XXI menjadi raksasa Bitcoin publik yang lebih besar, lebih terhubung, dan lebih agresif dalam membangun ekosistem aset digital.

Terkait