Terapi kanker pada anak bukan hanya soal menghancurkan sel kanker, tetapi juga tentang menghadapi perubahan besar pada tubuh anak. Efek samping dapat muncul dari obat, radiasi, maupun operasi, dan orang tua perlu memahami hal ini sejak awal agar bisa merespons dengan tepat.
Dampaknya tidak selalu sama pada setiap anak. Jenis terapi, dosis, dan kondisi tubuh ikut menentukan seberapa berat keluhan yang muncul, sehingga pemantauan berkala dari tim medis menjadi penting untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah risiko yang lebih serius.
Keluhan yang paling sering muncul
Pada kemoterapi, anak dapat mengalami mual dan muntah, rambut rontok, lelah, nafsu makan menurun, sariawan, gangguan pencernaan, anemia, hingga lebih rentan terkena infeksi. Dalam jangka panjang, terapi ini juga dapat memengaruhi pertumbuhan pada sebagian anak.
Radiasi memiliki dampak yang berbeda lagi. Penyinaran dapat memicu iritasi kulit di area yang terkena, kelelahan, mual bila diarahkan ke perut, gangguan pertumbuhan pada jaringan atau tulang, serta gangguan belajar jika penyinaran dilakukan di kepala.
Operasi pun tidak lepas dari risiko. Anak bisa mengalami nyeri, bengkak, memar, infeksi luka, atau gangguan fungsi organ bila ada jaringan organ yang diangkat sebagian.
Tidak semua gejala muncul bersamaan. Ada anak yang hanya mengalami keluhan ringan, tetapi ada juga yang membutuhkan pemantauan lebih intensif karena respons tubuhnya lebih berat.
Tanda bahaya yang tidak boleh ditunda
Orang tua perlu segera membawa anak ke IGD bila muncul demam tinggi minimal 38°C, kejang, sulit dibangunkan, bicara kacau, sesak napas, nyeri dada berat, atau pembengkakan wajah dan leher saat berbaring. Kondisi lain yang juga memerlukan penanganan cepat adalah muntah darah, batuk darah, BAB berdarah atau hitam seperti kopi, urin merah atau gelap pekat, serta kelemahan mendadak pada tangan atau kaki.
Gejala-gejala itu menandakan kondisi yang tidak bisa ditangani hanya di rumah. Penanganan cepat sangat penting karena tubuh anak yang menjalani terapi kanker bisa lebih rapuh terhadap komplikasi.
Cara meredakan keluhan harian
Mual dan muntah dapat dibantu dengan obat anti-mual sesuai resep dokter. Anak juga disarankan makan porsi ringan yang tidak berlemak, menghindari makanan berbau tajam, tidak dibiarkan berperut kosong, dan tetap berada dalam suasana yang tenang.
Kelelahan bisa dikurangi dengan istirahat cukup dan membatasi aktivitas berlebihan. Kegiatan berat dapat diganti dengan aktivitas ringan seperti membaca atau mewarnai, sambil tetap menjaga asupan gizi dan cairan agar tubuh tidak semakin lemah.
Dehidrasi perlu diwaspadai lewat tanda seperti mulut kering, buang air kecil yang jarang, dan urin gelap. Cairan bisa diberikan sedikit demi sedikit tetapi sering, misalnya setiap 15–30 menit, lewat air putih, oralit, jus encer, air kelapa, atau sup bening bila anak tidak muntah.
Makanan tinggi cairan seperti sup, bubur encer, semangka, jeruk, atau melon juga dapat membantu. Sebaliknya, minuman bersoda, terlalu manis, atau berkafein sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisi.
Menekan risiko infeksi dan menjaga rutinitas
Terapi kanker sering membuat daya tahan tubuh anak menurun, sehingga pencegahan infeksi harus dilakukan ketat. Cuci tangan rutin, jaga lingkungan tetap bersih, hindari kerumunan dan orang sakit, pastikan makanan matang sempurna, serta jangan berbagi mainan atau alat makan.
Di rumah, orang tua perlu mencatat gejala anak setiap hari dan melaporkannya ke tim medis. Dosis obat tidak boleh diturunkan atau dihentikan tanpa izin dokter, karena perubahan sepihak dapat mengganggu proses terapi.
Selain fisik, perubahan emosi juga sering terjadi. Anak bisa merasa takut, cemas, marah, bingung, atau tidak nyaman dengan perubahan pada tubuhnya, terutama saat pengobatan terasa panjang dan melelahkan.
Pelukan, komunikasi yang tenang, jadwal bermain ringan, dan waktu istirahat yang cukup dapat membantu anak merasa aman. Bila diperlukan, orang tua juga dapat melibatkan psikolog anak dan dukungan komunitas agar keluarga lebih kuat menghadapi masa pengobatan.
Source: lifestyle.bisnis.com