Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu sosok komedi yang paling lama menghibur penonton. Komedian dan aktor senior Simson Rarameha Ngadang, yang akrab disapa Temon, meninggal dunia pada Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun.
Kabar duka itu segera menyebar setelah dikonfirmasi oleh rekan duetnya, Abdel Achrian, melalui akun Instagram pribadinya. Kepergian Temon meninggalkan duka bagi banyak penonton yang telah lama mengenalnya lewat layar kaca.
Penyebab Kematian dan Kondisi Kesehatan
Menurut informasi dari pihak keluarga, Temon meninggal akibat serangan jantung. Sebelum dinyatakan wafat, ia sempat dilarikan ke RSUD Mampang, Jakarta Selatan, setelah mengalami kondisi darurat pada Minggu pagi.
Mendiang juga diketahui memiliki riwayat hipertensi. Setelah dinyatakan meninggal, jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Blok E Nomor 42, Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Perjalanan Karier yang Panjang
Temon lahir di Jakarta pada 28 Desember 1966 dan menempuh pendidikan sebagai sarjana psikologi di Universitas Indonesia. Ia memulai karier sebagai penyiar radio sebelum akhirnya dikenal lebih luas sebagai komedian.
Namanya semakin populer lewat sitkom Abdel & Temon: Bukan Superstar, yang membuat duetnya bersama Abdel Achrian begitu melekat di ingatan penonton.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Simson Rarameha Ngadang |
| Nama Panggung | Temon, Temon Templar |
| Tempat, Tanggal Lahir | Jakarta, 28 Desember 1966 |
| Pendidikan | Sarjana Psikologi, Universitas Indonesia |
| Karier Awal | Penyiar radio |
| Karya Ikonik | Abdel & Temon: Bukan Superstar |
| Filmografi | Operation Wedding, Epen Cupen The Movie, Comic 8: Casino Kings Part 1, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 |
Ucapan Duka dari Rekan Sejawat
Abdel Achrian menuliskan pesan perpisahan, “Innalillahi wainalillahi rojiun. Selamat jalan Mon,” sebagai ungkapan duka atas kepergian sahabat sekaligus rekan duetnya. Unggahan itu kemudian mendapat simpati dari sejumlah komedian dan selebritas lain.
Di antara nama yang turut menyampaikan simpati ada Bopak Castello, Uus, Andre Taulany, hingga Sinyorita. Bagi publik, Temon dikenang sebagai pribadi sederhana, rendah hati, dan konsisten menghibur selama bertahun-tahun berkarya.
Warisan kariernya tidak hanya hadir lewat komedi televisi, tetapi juga melalui film-film yang memperluas kiprahnya di dunia hiburan. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang penghibur yang telah menjadi bagian dari ingatan banyak penonton Indonesia.
