Taylor Swift Puji Paul McCartney Tanpa Henti, Saling Hormat Dua Generasi Legenda

Taylor Swift kembali menegaskan rasa hormatnya kepada Paul McCartney setelah legenda The Beatles itu merilis album terbaru berjudul The Boys of Dungeon Lane. Lewat Instagram Story, Taylor membagikan unggahan promosi McCartney dan menyebutnya sebagai seniman abadi yang terus memberi inspirasi sepanjang kariernya.

Pujian itu menyorot hubungan saling mengagumi antara dua nama besar lintas generasi di industri musik dunia. Di satu sisi, Taylor memandang McCartney sebagai figur penting dalam perjalanan bermusiknya, sementara di sisi lain McCartney juga sudah lebih dulu menunjukkan kekagumannya pada pencapaian Taylor di panggung global.

Penghormatan yang datang dari dua arah

Dalam unggahannya, Taylor menulis, “Saya tidak pernah berhenti terinspirasi oleh seniman luar biasa yang abadi ini.” Pernyataan singkat itu membuat sorotan publik kembali tertuju pada kedekatan simbolis antara penyanyi pop terbesar saat ini dan salah satu ikon musik paling berpengaruh sepanjang sejarah.

McCartney memang bukan kali pertama menunjukkan apresiasi kepada Taylor. Dalam wawancara di program BBC Radio 2 Tracks of My Years, ia lebih dulu menyinggung besarnya fenomena Taylor Swift dan menyamakan skala popularitasnya dengan histeria yang pernah dialami The Beatles pada pertengahan 1960-an.

Ia menilai ada kemiripan dari sisi ketenaran, besarnya popularitas, dan jangkauan global yang dimiliki Taylor saat ini. Meski begitu, McCartney juga menegaskan bahwa pelantun Cruel Summer itu tampak tidak membutuhkan banyak nasihat dari siapa pun.

“Memang ada kesamaan, terutama dari sisi ketenaran, besarnya popularitas, dan jangkauan global yang dimiliki Taylor Swift saat ini dengan yang pernah kami alami. Tetapi sejujurnya saya tidak berpikir dia membutuhkan nasihat apa pun,” kata McCartney.

McCartney siap jadi figur yang membantu

Meski merasa Taylor sudah berada di level yang matang, McCartney tetap membuka pintu bila suatu saat dimintai pandangan. Ia bahkan menggambarkan posisinya dengan hangat, seolah menjadi sosok keluarga bagi generasi musisi yang lebih muda.

“Kalau dia meminta, tentu saya akan memberikan nasihat. Saya mungkin seperti kakak bagi generasi itu, atau bahkan lebih tepatnya seperti seorang kakek,” ujarnya.

Nada serupa juga ia sampaikan ketika berbicara tentang generasi pop baru yang kini mendominasi panggung musik. McCartney mengaku terkesan saat bertemu Taylor dalam sebuah pesta yang digelar oleh istrinya, Nancy Shevell, bersama putrinya, Stella McCartney.

Acara itu juga dihadiri Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter. McCartney menyebut semua musisi muda itu sebagai orang-orang yang keren dan sangat berbakat.

“Ada Taylor, Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter. Mereka semua orang-orang yang keren dan sangat berbakat,” kata McCartney.

Ia menambahkan bahwa dirinya siap membantu jika para penyanyi muda itu membutuhkan masukan. Namun, menurut dia, mereka sudah berada pada level yang tidak lagi memerlukan arahan mendasar.

Taylor juga sibuk dengan proyek baru

Di tengah pujiannya untuk McCartney, Taylor Swift juga tengah menyiapkan proyek musik terbarunya bersama Disney dan Pixar. Pekan ini, ia mengonfirmasi telah menulis dan memproduksi lagu orisinal berjudul I Knew It, I Knew You untuk film Toy Story 5 bersama kolaborator lamanya, Jack Antonoff.

Lagu itu dijadwalkan dirilis pada 5 Juni dan akan menjadi bagian dari soundtrack resmi film yang menyusul pada 19 Juni. Taylor juga menyiapkan tiga edisi CD eksklusif dengan isi berbeda, mulai dari versi film, versi akustik, hingga versi piano dengan aransemen dan vokal alternatif.

Taylor mengatakan lagu tersebut terinspirasi langsung dari perjalanan emosional karakter Jessie dalam film terbaru Toy Story. Ia juga menyebut bahwa kesempatan menulis lagu untuk karakter-karakter yang telah menemani masa kecilnya sudah lama menjadi impian.

“Ini Toy Story. Kalian pasti sudah menebaknya! Lagu orisinal baru saya, I Knew It, I Knew You, untuk Disney dan Pixar akan hadir pada 5 Juni,” tulis Taylor saat mengumumkan proyek itu melalui Instagram.

Ia menambahkan bahwa proses kreatif lagu tersebut mengalir cepat setelah menonton filmnya. “Saya menulis lagu ini begitu sampai di rumah setelah menonton filmnya. Kadang-kadang, kita memang langsung tahu, bukan?” ujarnya.

Hubungan saling menghormati antara Taylor Swift dan Paul McCartney memperlihatkan bagaimana dua generasi musik bisa bertemu dalam satu garis pengaruh yang sama. Satu pihak memuji warisan musik yang abadi, sementara pihak lain melihat masa kini pop global sebagai kelanjutan dari sejarah besar yang pernah mereka bentuk.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version