Taylor Swift kini memegang rekor baru sebagai musisi perempuan terkaya sepanjang sejarah. Estimasi terbaru Forbes menempatkan kekayaan bersihnya di angka US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36,1 triliun.
Lonjakan itu menegaskan bahwa Swift bukan hanya bintang pop, tetapi juga figur bisnis yang sangat kuat. Namanya masuk daftar Iconoclast 50 yang dirilis Forbes pada Rabu (3/6/2026), sejajar dengan tokoh berpengaruh dari bisnis, teknologi, hiburan, dan filantropi.
The Eras Tour jadi pendorong terbesar
Sumber utama kenaikan kekayaan Swift datang dari The Eras Tour yang berlangsung sepanjang 2023 hingga 2024. Forbes menyebut tur itu sebagai tur konser dengan pendapatan terbesar dalam sejarah industri musik.
Total pemasukan tur tersebut mencapai sekitar US$ 2,2 miliar. Angka itu menunjukkan besarnya skala bisnis yang mengiringi penampilan panggung Swift di berbagai negara.
Keberhasilan tur itu juga memperkuat sumber pendapatan lain yang sudah lebih dulu menopang kekayaannya. Dalam praktiknya, The Eras Tour bukan hanya sukses secara artistik, tetapi juga menjadi mesin ekonomi utama bagi Swift.
Karya baru dan katalog lama ikut mengerek nilai
Selain dari konser, Forbes mencatat kenaikan kekayaan Swift turut didorong oleh proyek musik yang ia rilis dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah album The Tortured Poets Department, Life of a Showgirl, dan proyek rekaman ulang katalog musik lamanya.
Kombinasi karya baru, kekuatan merek pribadi, dan performa komersial yang konsisten membuat nilai finansial Swift terus naik. Forbes menilai strategi itu menjadi salah satu alasan utama di balik lonjakan asetnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa kekuatan Swift tidak hanya bertumpu pada popularitas panggung. Ia juga berhasil menjaga relevansi katalog dan produk musiknya sebagai aset bernilai tinggi.
Rekam ulang lagu lama jadi keputusan penting
Salah satu langkah paling menentukan dalam karier Swift adalah merekam ulang sebagian besar katalog musiknya. Proses itu dimulai pada 2020 setelah hak atas master rekaman awalnya berpindah tangan.
Dengan rekaman ulang, Swift mendapat kontrol lebih besar atas karya-karyanya sendiri. Royalti dari lagu-lagu itu juga mengalir langsung kepadanya, bukan ke pihak lain yang memegang master lama.
Forbes menulis bahwa Swift mengubah industri musik pada 2020 ketika ia memanfaatkan kekuatan bintangnya untuk merekam ulang sebagian besar diskografinya. Langkah itu juga menginspirasi musisi lain untuk memiliki hak atas musik mereka sendiri.
Keberhasilan strategi tersebut bahkan memungkinkan Swift membeli kembali master rekaman aslinya dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$ 360 juta. Di industri musik, langkah itu dipandang sebagai contoh kuat pentingnya kepemilikan atas karya.
Naik dari miliarder menjadi pemilik harta Rp 36 triliun
Forbes mencatat Swift pertama kali menyandang status miliarder pada 2024, juga berkat The Eras Tour. Dalam waktu sekitar dua tahun, kekayaannya meningkat hampir dua kali lipat hingga menyentuh US$ 2 miliar pada Maret 2026.
Forbes juga menyebut bahwa pada 2024, Swift mencapai status miliarder berkat Eras Tour yang menjadi tur konser dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah. Pada Maret 2026, kekayaan bersihnya berlipat ganda dan menjadikannya musisi wanita terkaya dalam sejarah.
Meski berada di puncak daftar musisi perempuan terkaya, posisi musisi terkaya di dunia masih dipegang Jay-Z dengan estimasi kekayaan sekitar US$ 2,8 miliar. Perbandingan ini memperlihatkan besarnya skala bisnis yang kini melekat pada karier para musisi papan atas.
Masih aktif berkarya di tengah rekor finansial
Di tengah pencapaian finansialnya, Swift masih terus menambah proyek kreatif baru. Ia dijadwalkan merilis lagu original berjudul I Knew It, I Knew You yang akan menjadi bagian dari soundtrack film animasi Toy Story 5.
Lagu itu disebut akan menghadirkan kembali nuansa country yang sempat membesarkan namanya pada awal karier. Selain itu, Swift juga akan menerima penghargaan dari Songwriters Hall of Fame sebagai pengakuan atas kontribusinya di industri musik dunia.
Rangkaian pencapaian ini memperlihatkan dua kekuatan yang berjalan bersamaan dalam diri Swift, yaitu pencapaian artistik dan kecerdasan membangun bisnis musik. Posisi itu membuat namanya tetap dominan di panggung hiburan global, sambil terus menambah warisan finansial yang sudah memecahkan rekor.
Source: www.beritasatu.com