Rumah Raden Saleh di Cikini, Jakarta Pusat, tengah dipugar untuk dikembalikan ke bentuk aslinya seperti saat berdiri pada era 1860-an. Setelah pemugaran rampung, bangunan bersejarah milik maestro lukis Raden Saleh itu tidak akan kembali menjadi rumah tinggal, melainkan disiapkan sebagai function hall bertaraf internasional.
Rencana pemanfaatan baru ini dirancang dengan tetap menjaga nilai sejarah bangunan. Arya Abieta, arsitek konservasi Rumah Raden Saleh, menegaskan bahwa pengembangan fungsi dilakukan tanpa menghapus jejak sejarah dan cerita yang melekat pada rumah tersebut.
Fungsi baru, tetapi jejak lama tetap dijaga
Bagian depan dan dalam rumah akan diubah menjadi function hall. Sejumlah ruang kecil di dalam bangunan juga akan difungsikan sebagai ruang rapat agar area itu tetap aktif dan bisa menunjang beragam kegiatan.
Di bagian belakang, bangunan dua lantai akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Lantai atas direncanakan menjadi area food and beverage, sementara lantai bawah menampung fasilitas pendukung termasuk toilet.
Perubahan fungsi ini menunjukkan upaya menyesuaikan bangunan tua dengan kebutuhan ruang modern. Meski begitu, tim konservasi tetap berupaya menjaga karakter asli rumah agar tidak hilang di tengah penyesuaian tersebut.
Galeri untuk menceritakan sejarah bangunan
Salah satu ruangan di bagian depan juga akan diubah menjadi galeri. Ruang ini disiapkan untuk menampilkan perjalanan Rumah Raden Saleh, mulai dari sejarah awal pembangunan hingga proses pemugaran yang sedang berlangsung.
Galeri itu akan memuat koleksi, dokumentasi, dan temuan penting dari proses konservasi. Salah satu temuan yang menonjol adalah jejak instalasi listrik pertama di bangunan tersebut, yang terlihat dari penggunaan keramik unik yang diduga didatangkan dari luar negeri pada masa itu.
Arya juga menyebut perubahan fisik yang pernah terjadi pada bangunan akan ikut diceritakan. Beberapa bagian, seperti jendela yang berubah dari satu menjadi dua atau bagian yang pernah dipotong, akan ditampilkan agar pengunjung memahami riwayat bangunan secara utuh.
Ditargetkan memenuhi standar internasional
Function hall yang disiapkan ditargetkan memenuhi standar internasional. Karena itu, aspek pencahayaan, tata suara, pendingin ruangan, dan fasilitas penunjang lain akan dirancang secara optimal agar bangunan siap dipakai untuk berbagai kegiatan.
Penerapan teknologi modern di bangunan tua tetap menjadi tantangan besar. Arya menyebut salah satu hambatan utama adalah memasukkan sistem AC dan utilitas lain ke dalam struktur yang awalnya tidak dirancang untuk kebutuhan modern.
Sejumlah penyesuaian seperti ducting AC tetap harus dilakukan. Namun, elemen tambahan itu akan dibuat berbeda dari struktur asli agar mudah dikenali sebagai bagian baru.
Prinsip konservasi tetap menjadi pegangan
Dalam pemugaran ini, tim konservasi menerapkan prinsip agar elemen asli dan elemen tambahan tetap jelas terpisah. Setiap intervensi baru juga harus bersifat reversible, sehingga bisa dilepas tanpa merusak bagian asli bangunan.
Arya menekankan bahwa etika pemugaran menjadi dasar pekerjaan ini. Prinsip tersebut dinilai penting agar perubahan modern tidak mengaburkan keaslian bangunan bersejarah.
Seluruh tahap perencanaan juga didasarkan pada penelitian mendalam dengan mengacu pada bukti dan data historis yang tersedia. Di saat yang sama, pihaknya masih membuka ruang diskusi dan masukan dari berbagai pihak terkait pemanfaatan Rumah Raden Saleh setelah pemugaran selesai.
Source: lifestyle.bisnis.com