Strategi transfer Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya mulai mendapat pengakuan dari dua legenda klub, Yusuf Ekodono dan Ibnu Graham. Keduanya menilai pergerakan pelatih asal Portugal itu menunjukkan arah skuad yang lebih jelas dan tidak sekadar menumpuk pemain baru.
Pujian itu muncul karena Persebaya bergerak aktif menyusun tim untuk menghadapi Liga Indonesia musim 2026-2027. Komposisi yang dipilih Tavares dianggap menjawab kebutuhan tim di beberapa sektor penting, terutama lini depan dan kreativitas permainan.
Kombinasi lama dan baru yang dinilai seimbang
Yusuf Ekodono menilai Tavares cepat memahami kebutuhan Persebaya meski baru bekerja setengah musim. Menurutnya, keputusan transfer yang diambil saat ini menunjukkan sang pelatih sudah tahu karakter pemain yang dibutuhkan untuk mengangkat performa tim.
Di mata Yusuf, Persebaya tidak sedang membangun skuad secara asal. Klub disebut mengarah pada komposisi yang saling melengkapi agar tim tidak bergantung pada satu atau dua nama saat musim berjalan ketat.
| Pemain | Status | Peran yang Disorot |
|---|---|---|
| Ramadhan Sananta | Disiapkan masuk skuad | Penyerang utama |
| Syahrul Lasinari | Masuk rencana tim | Pertahanan |
| Ricky Pratama | Masuk rencana tim | Serangan |
| Dicky Kurniawan | Masuk rencana tim | Lini tengah serang |
| Francisco Rivera | Dipertahankan | Kreativitas dan pengalaman |
| Jeferson Silva | Dipertahankan | Bagian penting proyek tim |
Nama-nama lokal seperti Ramadhan Sananta, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, dan Dicky Kurniawan masuk dalam rencana Persebaya untuk memperkuat area yang berbeda. Di saat yang sama, Tavares juga mempertahankan pemain asing yang sudah lebih dulu memberi pengaruh besar, termasuk Francisco Rivera dan Jeferson Silva.
Yusuf menilai keputusan mempertahankan Rivera sangat masuk akal karena kualitas gelandang itu dianggap berada di atas rata-rata pemain lain di liga saat ini. Menurutnya, Rivera memberi Persebaya jaminan kreativitas dan pengalaman yang sulit dicari dalam waktu singkat.
Sananta dipandang bisa memperbaiki masalah klasik di depan gawang
Ibnu Graham menilai kedatangan Ramadhan Sananta bisa menjadi solusi atas masalah lama Persebaya di lini depan. Ia menyoroti performa Mihailo Petrovic yang hanya mencetak lima gol dalam satu musim dan dianggap belum memberi kontribusi yang diharapkan.
Karena itu, Ibnu melihat masuknya Sananta sebagai langkah yang tepat untuk mempertajam daya gedor tim. Ia bahkan menyebut Persebaya selalu kesulitan merekrut pemain depan yang benar-benar bisa diandalkan.
Menurut Ibnu, Tavares memiliki modal untuk membawa Persebaya bersaing lebih serius di papan atas. Dalam pandangannya, klub asal Surabaya itu bisa berdiri sejajar dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta jika rekrutmen pemain berjalan sesuai rencana.
Bursa transfer masih bergerak
Di balik pujian terhadap strategi transfer tersebut, Persebaya masih memproses administrasi empat pemain asing yang sebelumnya bermain di Liga Vietnam dan satu pemain asal Jerman. Manajemen belum membuka identitas mereka karena khawatir dibidik klub lain dengan tawaran kontrak yang lebih besar.
Sekretaris Tim Persebaya, Ram Surahman, mengatakan identitas para calon pemain itu sengaja ditahan sampai proses administrasi tuntas. Langkah itu diambil agar klub tidak kehilangan posisi dalam persaingan perekrutan.
Persebaya juga memberi ruang penuh kepada Bernardo Tavares untuk menentukan komposisi tim tanpa campur tangan. Tekanan untuk meraih gelar juara tetap tinggi, terutama karena target itu datang dari dorongan besar Bonek menjelang perayaan 100 tahun klub.
Dalam catatan sejarah setelah peleburan liga amatir dan profesional, Persebaya baru meraih dua gelar juara kasta tertinggi, yakni pada 1997 dan 2024. Kondisi itu membuat racikan skuad musim ini terasa semakin penting karena publik menunggu apakah Tavares mampu menjaga Persebaya tetap kompetitif sampai perebutan gelar.
Source: mediaindonesia.com






