Insiden seorang pria tak dikenal yang naik ke panggung lalu memeluk Tantri KotaK saat tampil di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat, memunculkan perhatian terhadap keamanan musisi. Kejadian itu berlangsung ketika penampilan KotaK mendekati akhir dan membuat sang vokalis terkejut.
Arda, suami Tantri, ikut bereaksi setelah menyaksikan rekaman peristiwa tersebut. Karena tidak selalu dapat mendampingi istrinya di setiap panggung, ia menitipkan pesan agar tim memberi perlindungan lebih saat Tantri bekerja.
Pesan Protektif Arda
Melalui kolom komentar Instagram, Arda menyampaikan harapannya kepada orang-orang yang bertugas bersama Tantri. “Tapi sebagai suami, saya punya satu titipan sederhana. Tolong jaga dia ya. Saya gak selalu bisa mendampinginya di setiap panggung,” tulisnya.
Pesan itu menegaskan kekhawatiran Arda terhadap situasi panggung yang dapat berubah dalam waktu singkat. Ia meminta tim lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang ketika KotaK tampil di tempat lain.
Tantri semula hanya memberi tahu Arda bahwa ada seseorang yang hampir memeluknya ketika manggung. Namun, respons Arda berubah setelah ia melihat video yang memperlihatkan pria tersebut benar-benar mendekat dan memeluk Tantri di atas panggung.
Tantri menirukan reaksi suaminya dengan kalimat, “Tak antemi wonge nek ketemu!” Ucapan itu muncul sebagai bentuk kemarahan Arda setelah memahami situasi yang dialami istrinya.
Kru Bergerak Cepat di Atas Panggung
Pria yang diduga merupakan penonton itu tiba-tiba berhasil naik ke area panggung dan langsung mendekati Tantri. Kru KotaK kemudian bergerak cepat untuk menangkap serta menghalau pria tersebut dari dekat sang vokalis.
Tantri berusaha melepaskan diri sambil mendapat bantuan dari kru di sekitarnya. Ia bersyukur teknisi yang berada di lokasi segera mengambil tindakan sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Menurut Tantri, peristiwa itu terjadi saat dirinya baru saja menyelesaikan penampilan. Ketika berbalik badan dan menyadari ada orang yang berada sangat dekat, ia masih dalam kondisi terkejut.
“Cuma ya itu apa, karena aku baru banget selesai, jadi masih kayak sadar enggak sadar juga pas balik badan, ‘Whey!’ kaget-kaget gitu,” ujar Tantri. Ia mengatakan teknisinya langsung bertindak menghalau pria tersebut.
Pengingat tentang Batas Aman Penonton
Tantri menduga pria itu adalah penonton yang terlalu antusias menyaksikan penampilan KotaK. Ia juga menduga orang tersebut mungkin berada dalam pengaruh minuman keras, meski hal itu disampaikan sebagai dugaan.
Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi internal bagi tim KotaK untuk memperkuat kewaspadaan di area panggung. Perlindungan bagi musisi penting dilakukan terutama saat jarak antara artis, kru, dan penonton berada sangat dekat.
Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi penonton untuk menghormati batas ruang aman artis yang sedang bekerja. Menikmati pertunjukan tidak memberi alasan bagi siapa pun untuk naik ke panggung atau melakukan kontak fisik tanpa izin.
Respons cepat kru menjadi faktor penting dalam menghentikan insiden yang dialami Tantri. Pesan Arda kepada tim pun menyoroti bahwa pengamanan panggung bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari keselamatan para pengisi acara.
