Tangisan Ibunda Ratu Sofya, Pintu Rumah Selalu Terbuka Meski Sudah Hampir Dua Tahun Berpisah

Permohonan emosional ibunda Ratu Sofya kembali menarik perhatian publik setelah Intan Masthura menangis dan meminta putrinya pulang ke rumah. Ia menegaskan pintu rumah selalu terbuka untuk Ratu kapan pun siap kembali.

Intan mengaku sudah hampir dua tahun tidak bertemu dengan anaknya. Di tengah konflik keluarga yang belum mereda, ia hanya ingin bisa memeluk sang putri lagi dan berharap hubungan mereka dapat membaik.

Pintu rumah yang tak pernah tertutup

Dalam pernyataannya, Intan menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menutup kesempatan bagi Ratu untuk pulang. Pesan itu ia sampaikan langsung agar putrinya tidak ragu datang ke rumah kapan saja.

“Sudah hampir 2 tahun putri aku tidak kembali ke rumah, aku hanya mau bilang ‘nak, pintu rumah selalu terbuka 24 jam buat kamu’,” ucap Intan Masthura dalam video yang dikutip dari channel Reyben Entertainment, Jumat (22/5/2026).

Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan ibu dan anak itu masih menyisakan jarak yang besar. Meski begitu, Intan tetap berharap komunikasi di antara mereka bisa kembali terjalin dengan baik.

Kasih ibu yang tidak berubah

Intan juga menegaskan cintanya kepada Ratu Sofya tidak bergantung pada keadaan. Ia menyebut seorang anak tetaplah anak, apa pun kondisi yang sedang dihadapi.

“Mau kamu jadi bangkai atau tinggal tulang belulang, kamu tetap selamanya anak mama. Mau kamu berada di seberang lautan pun, mama akan melakukan demi mencari kamu, mama akan tetap menunggu kamu,” tuturnya.

Pernyataan itu menunjukkan kuatnya ikatan emosional yang masih dijaga Intan. Ia ingin menegaskan bahwa sorotan publik tidak mengubah sikap seorang ibu terhadap anaknya.

Pesan soal ibadah dan doa

Selain memohon pulang, Intan juga menyampaikan pesan tentang ibadah dan doa. Ia mengingatkan Ratu agar tidak meninggalkan salat dan kebiasaan mengaji yang pernah diajarkan di rumah.

“Kamu jangan pernah meninggalkan salat seperti mama ajarkan ke kamu, jangan lupa setiap subuh untuk mengaji Al-Waqiah, termasuk saat magrib. Di setiap doa mama selalu disujudkan nama kamu,” kata Intan.

Pesan itu memperlihatkan bahwa kerinduan sang ibu tidak hanya soal pertemuan fisik. Intan juga mengkhawatirkan kehidupan spiritual putrinya di tengah kesibukannya sebagai publik figur.

Harapan kembali dalam keadaan baik

Intan berharap Ratu Sofya bisa pulang dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga menginginkan putrinya kembali ke rumah tanpa kekurangan fisik maupun batin.

“Semoga kamu selalu diselamatkan iman dan kamu bisa kembali ke pelukan mama tanpa ada cacat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ratu Sofya tetap anak mama,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi bagian paling emosional dari pesan Intan. Ia berulang kali menegaskan bahwa status sebagai anak tidak pernah hilang meski hubungan keluarga sedang renggang.

Ingat perjuangan dari Aceh

Di bagian lain, Intan mengenang perjalanan keluarga yang merantau dari Aceh demi mendukung cita-cita Ratu Sofya. Ia menyebut keluarga pernah berjuang keras untuk mendampingi berbagai proses casting dan usaha lain agar impian putrinya terwujud.

“Kamu harus ingat kita berangkat dari Aceh untuk menggapai cita-cita Ratu, untuk mewujudkan keinginan kamu. Kita bersusah payah untuk ke sana kemari buat casting. Kami orang tua berkorban buat anak-anak. Pulang ya nak ke rumah,” tutupnya sambil menangis.

Ungkapan itu menegaskan bahwa permintaan pulang bukan sekadar ajakan biasa. Bagi Intan, itu juga pengingat atas perjalanan panjang keluarga dalam mendukung karier Ratu Sofya, sambil menunggu kesempatan bertemu kembali dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

Source: www.beritasatu.com
Terkait