Taktik Fleksibel Spanyol Jadi Senjata Utama untuk Menantang Argentina di Final Piala Dunia

Spanyol akan mengandalkan kemampuan mengubah pendekatan permainan saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026. Fleksibilitas itu dipandang sebagai senjata penting untuk meredam juara bertahan tanpa menghilangkan identitas menyerang La Roja.

Pertemuan ini menjadi ujian terbesar bagi tim asuhan Luis de la Fuente setelah laju meyakinkan menuju partai puncak. Argentina membawa status juara bertahan, sehingga Spanyol dituntut tampil lebih siap menghadapi berbagai skenario di lapangan.

Final Menguji Karakter La Roja

Spanyol tiba di final dengan fondasi yang dibangun selama beberapa tahun terakhir di bawah arahan De la Fuente. Dalam periode tersebut, mereka memenangi UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024 sebelum melangkah ke final Piala Dunia 2026.

KompetisiTahunPencapaian Spanyol
UEFA Nations League2023Juara
Euro2024Juara
Piala Dunia2026Finalis

Rangkaian pencapaian itu menempatkan Spanyol di ambang final Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. La Roja sebelumnya pernah menjadi juara dunia pada 2010.

Namun, tantangan di final berbeda karena Argentina datang dengan ambisi mempertahankan gelar yang diraih pada edisi sebelumnya. Duel tersebut juga mempertemukan dua kekuatan dengan filosofi menyerang yang kontras dalam perebutan trofi tertinggi sepak bola dunia.

Rodri Menilai Adaptasi Menjadi Pembeda

Kapten Spanyol, Rodri, menilai kelengkapan skuad menjadi alasan timnya mampu mencapai laga terakhir turnamen. Gelandang Manchester City itu menyoroti kemampuan tim beradaptasi sebagai karakter paling menonjol dalam perjalanan mereka.

“Kami adalah tim yang sangat komplet dan itulah alasan kami berada di sini,” kata Rodri seperti dikutip beIN Sports. Ia menegaskan Spanyol mampu mengubah cara bermain sesuai situasi yang berkembang sepanjang pertandingan.

“Jika ada satu hal yang menjadi ciri tim ini, itu adalah kemampuan kami memainkan berbagai jenis pertandingan sesuai dengan situasinya,” ujar Rodri. Kemampuan tersebut memberi Spanyol pilihan ketika skema awal tidak berjalan sesuai rencana atau ketika tekanan lawan meningkat.

Rodri juga menegaskan target Spanyol sejak datang ke Amerika Serikat tidak berubah, yakni mengangkat trofi Piala Dunia. Keyakinan itu tumbuh setelah La Roja melewati sejumlah lawan kuat dalam perjalanan menuju final.

“Tujuan kami ketika datang ke Piala Dunia adalah mengangkat trofi dan kami yakin bisa mewujudkannya. Kami telah menunjukkan bahwa tim nasional ini mampu mengalahkan lawan-lawan hebat,” tuturnya.

Bangkit Setelah Awal Turnamen yang Tersendat

Perjalanan Spanyol tidak langsung mulus pada fase grup. Mereka bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, tim debutan yang menjadi lawan pertama La Roja.

Setelah hasil tersebut, Spanyol bangkit dengan memenangkan enam pertandingan berikutnya. Ketahanan pertahanan menjadi salah satu fondasi laju mereka, terutama saat memasuki fase gugur.

TahapLawan atau AjangCatatan Spanyol
Laga pertama fase grupTanjung VerdeImbang 0-0
Perempat finalBelgiaHanya kebobolan satu gol
SemifinalPrancisMenang 2-0

Belgia hanya mampu mencetak satu gol saat menghadapi Spanyol di perempat final. Pada semifinal, La Roja menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 untuk memastikan tempat di laga puncak.

Menurut laporan Suara.com, final melawan Argentina akan menjadi pembuktian atas evolusi permainan Spanyol di bawah De la Fuente. Rodri mengakui bahwa kualitas sang juara bertahan mengharuskan timnya menaikkan standar permainan.

“Saat menghadapi Argentina, kami harus meningkatkan level permainan karena mereka adalah juara bertahan. Saya sangat yakin kami bisa melakukannya,” kata Rodri.

Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Kemampuan Spanyol menyesuaikan ritme dan bentuk permainan akan menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi Argentina.

Source: www.suara.com
Terkait