Superbank dan OVO Bawa Pinjaman Langsung ke Aplikasi, Pengguna Bisa Atur Sendiri

Superbank dan OVO membawa layanan pembiayaan digital semakin dekat ke pengguna lewat peluncuran Pinjaman Atur Sendiri atau PAS. Fitur tanpa agunan ini terintegrasi langsung di aplikasi OVO, sehingga pengajuan bisa dilakukan tanpa berpindah aplikasi.

Pendekatan ini menonjol karena memberi kendali lebih besar kepada pengguna. Nasabah dapat mengatur nominal pinjaman, jangka waktu pembayaran, dan tanggal jatuh tempo langsung dari menu “Pinjaman” di halaman utama aplikasi OVO.

Akses pembiayaan dibuat lebih ringkas

Superbank menyebut PAS sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat kolaborasi ekosistem agar akses terhadap pembiayaan formal menjadi lebih mudah, relevan, dan inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia. Perusahaan juga ingin menghadirkan pembiayaan yang aman dan mudah untuk kebutuhan finansial harian.

Menurut Superbank, perilaku pengguna layanan keuangan terus berubah. Kini masyarakat tidak hanya mencari produk yang aman, tetapi juga menginginkan integrasi transaksi yang mulus dalam satu aplikasi.

Integrasi langsung di OVO membuat proses pengajuan terasa lebih praktis karena pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Faktor inilah yang menjadi daya tarik di tengah meningkatnya kebutuhan layanan keuangan yang cepat di perangkat mobile.

Melanjutkan pertumbuhan OVO Nabung by Superbank

Peluncuran PAS hadir setelah kerja sama sebelumnya, OVO Nabung by Superbank, menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, layanan tabungan bersama itu telah menjaring lebih dari 2,3 juta pengguna.

Asep Haekal menjelaskan bahwa setelah OVO Nabung, pengguna kini juga bisa mengakses Pinjaman Atur Sendiri langsung dari aplikasi OVO. Ia menegaskan bahwa arah kerja sama ini tetap berfokus pada penyederhanaan manajemen keuangan digital.

KolaborasiLayananPencapaian
OVO Nabung by SuperbankTabungan bersamaLebih dari 2,3 juta pengguna hingga Mei 2026
Pinjaman Atur Sendiri (PAS)Pembiayaan digital tanpa agunanTerintegrasi langsung di aplikasi OVO

Sejalan dengan perubahan perilaku konsumen

Peluncuran PAS juga sejalan dengan temuan Survei Internet APJII 2026. Survei itu menunjukkan pemanfaatan pinjaman digital di Indonesia tidak lagi sebatas untuk dana darurat.

Konsumen modern kini memakai platform digital untuk kebutuhan logistik harian dan belanja cicilan non-kartu kredit. Efisiensi waktu pengajuan menjadi pendorong utama adopsi layanan finansial terintegrasi seperti ini.

Di sisi bisnis, konektivitas ekosistem Superbank bersama Grab dan OVO ikut memberi dampak pada pertumbuhan perusahaan. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Superbank tercatat melonjak lebih dari 59 persen secara tahunan.

Lebih dari 60 persen total nasabah Superbank saat ini merupakan pengguna aktif dari ekosistem Grab dan OVO. Kondisi ini menunjukkan peran besar jaringan digital terintegrasi dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan perusahaan.

Terkait