
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said ikut membela Jusuf Kalla atau JK di tengah tuduhan dugaan penistaan agama yang sempat menyerang nama mantan wakil presiden itu. Pembelaan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Tasyakuran Milad ke-84 JK di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Sudirman menilai serangan isu itu justru memperlihatkan besarnya kepercayaan publik kepada JK. Ia menyebut banyak orang pernah merasakan langsung bantuan dan pengaruh positif JK, sehingga pembelaan muncul tanpa diminta.
Modal sosial JK jadi benteng utama
Menurut Sudirman, JK memiliki modal sosial yang sangat besar dari perjalanan panjangnya di ruang publik. Karena itu, tudingan yang diarahkan kepadanya tidak mudah diterima begitu saja oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembelaan terhadap JK tidak datang dari satu pihak saja. Sudirman melihat banyak orang bergerak membela karena merasa punya pengalaman langsung dengan sosok JK.
“Jadi yang membela bukan beliau sendiri, tapi yang membela banyak orang,” ujar Sudirman. Ia menambahkan, terlalu banyak saksi hidup yang mengetahui langsung karakter dan kiprah JK di tengah masyarakat.
Tudingan dinilai tak sejalan dengan pengalaman publik
Sudirman juga menyebut banyak kelompok masyarakat dapat menjadi saksi bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada JK tidak sesuai dengan kenyataan. Menurut dia, penilaian publik terhadap JK dibangun dari pengalaman nyata, bukan sekadar opini sesaat.
Ia menilai serangan isu semacam itu akan berhadapan dengan ingatan kolektif masyarakat yang pernah berinteraksi atau menerima manfaat dari JK. Dalam situasi seperti itu, pembelaan publik muncul secara natural karena kepercayaan sudah terbentuk lama.
Pandangan itu membuat isu yang menyerang JK tidak hanya dipahami sebagai polemik hukum. Posisi sosial JK di mata publik ikut menjadi faktor yang dianggap membuat tudingan tersebut tidak mudah dipercaya.
Harapan agar hukum bekerja adil
Di tengah memanasnya isu tersebut, Sudirman mengaku bersyukur karena situasinya kini mulai mereda. Ia berharap kondisi itu diikuti proses hukum yang adil agar kebenaran bisa terungkap secara utuh.
Menurut Sudirman, penegakan hukum yang tepat penting bukan hanya untuk JK. Ia menilai hal itu juga penting untuk mengembalikan kepercayaan nurani masyarakat.
“Akhirnya kebenaran adalah kebenaran, dan mudah-mudahan hukum bisa ditegakkan,” kata Sudirman. Pernyataan itu menutup sikapnya yang menekankan bahwa banyaknya saksi hidup atas rekam jejak JK menjadi alasan utama tudingan tersebut tidak mudah berdiri kuat.
Source: www.suara.com




