Subsidi Rp 5 Juta Motor Listrik Kembali, 5 Model Ini Paling Masuk Akal Dibeli di 2026

Subsidi motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit dipastikan kembali hadir pada 2026, dan kabar ini langsung mengubah peta pilihan calon pembeli. Di tengah harga motor listrik yang masih bervariasi, perhatian kini tertuju pada model-model yang paling masuk akal untuk dibeli saat insentif resmi mulai berjalan.

Hingga akhir April 2026, aturan dasarnya masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan. Karena itu, daftar model yang paling siap menerima potongan harga menjadi acuan awal yang paling relevan bagi konsumen yang ingin bergerak lebih cepat.

Syarat yang menentukan motor bisa ikut program

Tidak semua motor listrik otomatis masuk program subsidi. Pemerintah mensyaratkan TKDN minimal 40 persen, produk harus terdaftar di Kemenperin, dan harga jualnya wajib berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Pembelian juga memakai NIK atau KTP, dengan satu NIK hanya berlaku untuk satu unit motor bersubsidi. Program ini hanya berlaku untuk pembelian baru, bukan motor bekas atau skema over-kredit.

Lima model yang paling masuk akal diburu

Di antara banyak opsi yang beredar, Selis E-Max berada di posisi paling kuat karena memiliki TKDN 53,69 persen. Motor buatan PT Juara Bike ini juga tercatat sebagai motor listrik pertama yang dibeli menggunakan subsidi pemerintah pada Mei 2023.

Selis E-Max tersedia dalam empat varian, mulai dari SLA hingga Long Range. Jika potongan Rp 5 juta diterapkan, harga varian SLA yang normalnya Rp 15.500.000 bisa turun menjadi sekitar Rp 10.500.000, sementara varian Lithium Single berpotensi menjadi Rp 17.000.000 dari Rp 22.000.000.

Gesits G1 juga masuk radar utama karena memenuhi syarat TKDN. Motor hasil kolaborasi ITS dan PT Gesits Technologies Indo ini memiliki daya 5.000 Watt dan jarak tempuh hingga 100 km.

Harga normal Gesits G1 berada di kisaran Rp 28–30 juta. Dengan subsidi Rp 5 juta, banderolnya berpotensi turun ke sekitar Rp 23–25 juta.

Viar Q1 menyasar pasar entry-level dengan daya motor 1.200 Watt dan jarak tempuh sekitar 60–70 km. Harga normalnya Rp 17–19 juta, lalu bisa turun ke kisaran Rp 12–14 juta jika insentif diterapkan.

United T1800 menawarkan pendekatan yang lebih sporty untuk pengguna perkotaan. Motor 1.500 Watt ini memiliki jarak tempuh hingga 80 km, dengan harga normal Rp 22–25 juta dan estimasi setelah subsidi sekitar Rp 17–20 juta.

Volta 401 melengkapi daftar karena ukurannya ringkas dan cocok untuk area padat. Motor 1.200 Watt ini punya jarak tempuh hingga 60 km, dengan harga normal Rp 16–18 juta dan estimasi setelah subsidi Rp 11–13 juta.

Perbandingan singkat lima opsi utama

MotorDayaJarak TempuhHarga NormalEstimasi Setelah Subsidi
Selis E-Max SLA1.500 W40 kmRp 15.500.000~Rp 10.500.000
Selis E-Max Lithium1.500 W60 kmRp 22.000.000~Rp 17.000.000
Viar Q11.200 W60–70 kmRp 17–19 juta~Rp 12–14 juta
Volta 4011.200 W60 kmRp 16–18 juta~Rp 11–13 juta
United T18001.500 W80 kmRp 22–25 juta~Rp 17–20 juta
Gesits G15.000 W100 kmRp 28–30 juta~Rp 23–25 juta

Apa yang perlu disiapkan sejak sekarang

Informasi yang beredar menyebut pemerintah menargetkan PMK terbit dalam waktu dekat setelah koordinasi lintas kementerian. Namun hingga 1 Mei 2026, tanggal efektif subsidi belum diumumkan secara resmi.

Calon pembeli disarankan menyiapkan KTP dan NIK, memilih dealer resmi yang bermitra dalam program, serta memantau pengumuman di situs Kemenperin dan media terpercaya. Pengalaman pada 2023 juga menunjukkan kuota bisa habis dalam hitungan bulan, sehingga kesiapan awal menjadi faktor penting.

Proses pembelian nantinya tetap sederhana karena subsidi langsung dipotong dari harga jual. Artinya, selama unit dan data pembeli memenuhi syarat program, potongan Rp 5 juta akan terasa langsung di harga akhir tanpa perlu klaim terpisah.

Terkait