Euforia FIFA World Cup 2026 dimanfaatkan pelaku kejahatan siber dengan cara yang makin rapi dan berbahaya. Kaspersky memperingatkan bahwa minat besar penggemar untuk menonton pertandingan secara online kini menjadi pintu masuk untuk phishing, pencurian data, dan penipuan pembayaran.
Temuan Kaspersky per 19 Juni 2026 menunjukkan lebih dari 336 domain unik dibuat menyerupai situs resmi Piala Dunia. Laman-laman palsu itu dirancang agar terlihat meyakinkan, lalu menjebak pengguna yang sedang mencari akses cepat ke siaran, akun, atau layanan pendukung turnamen.
Streaming gratis yang berubah jadi jebakan
Salah satu modus yang paling menonjol adalah platform streaming palsu yang mengklaim menyediakan siaran langsung FIFA World Cup 2026 secara gratis. Situs semacam ini biasanya dibuat dengan tampilan yang terlihat profesional agar pengguna merasa sedang berada di layanan resmi.
Saat tombol “Watch Now” atau “Tonton Sekarang” ditekan, korban sering diarahkan ke halaman registrasi. Setelah itu, mereka diminta membayar biaya tertentu menggunakan mata uang kripto dengan janji akses seumur hidup untuk menyaksikan semua pertandingan.
Skema seperti ini tidak hanya berujung pada kehilangan uang. Data email, password, dan informasi pembayaran yang diisi korban juga bisa ikut dicuri melalui situs palsu tersebut.
Taruhan ilegal dan email phishing ikut mengintai
Kaspersky juga menemukan platform taruhan ilegal palsu yang menargetkan penggemar sepak bola, termasuk sejumlah situs berbahasa Spanyol dan Portugis. Situs-situs itu meminta data pribadi secara berlebihan, mulai dari nama lengkap hingga nomor telepon dan identitas lain.
Dengan dalih pembuatan akun taruhan, pelaku sebenarnya mengumpulkan data sensitif yang bisa dipakai untuk pencurian identitas atau serangan lanjutan. Risiko meningkat ketika korban memakai kata sandi yang sama di berbagai layanan.
Dalam kondisi seperti itu, peretas dapat mencoba masuk ke akun email, mobile banking, hingga dompet digital. Satu kebocoran data di satu situs bisa membuka jalan ke banyak layanan sekaligus.
Ancaman lain datang lewat email phishing yang menawarkan prediksi pertandingan dan analisis sepak bola premium. Dalam salah satu kasus yang diamati Kaspersky, email dengan judul provokatif menawarkan layanan analitik untuk memprediksi pemenang pertandingan FIFA World Cup 2026.
Korban didorong membayar US$200 untuk mengakses analisis eksklusif tersebut. Modus ini memanfaatkan rasa penasaran dan urgensi agar penerima email segera mengambil keputusan tanpa memeriksa keaslian tawaran.
Langkah aman agar tidak terjebak
Olga Altukhova, Senior Web Content Analyst di Kaspersky, mengatakan pelaku kejahatan siber semakin fokus pada cara penggemar berinteraksi dengan acara tersebut secara online. Ia menambahkan bahwa meningkatnya konsumsi streaming digital membuat aktivitas kriminal ikut melonjak, terutama lewat situs palsu yang menawarkan layanan streaming dan taruhan dalam berbagai bahasa.
Kaspersky menyarankan pengguna selalu memeriksa URL sebelum memasukkan data pribadi, karena kesalahan ejaan kecil pada alamat web sering menjadi tanda situs palsu. Pengguna juga disarankan memakai platform streaming resmi dan terpercaya agar data pribadi tetap aman.
Lapisan perlindungan lain adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA pada akun penting seperti email, perbankan, dan aplikasi finansial. Software keamanan yang mampu mendeteksi tautan phishing dan file berbahaya secara real-time juga disarankan untuk menekan risiko saat mencari akses pertandingan secara online.
