Steinmeier Dorong IEU-CEPA Segera Tuntas, Tariff 0% Terbuka Lebar untuk Indonesia

Author: Cung Media

Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier datang dengan pesan yang jelas ke Jakarta: IEU-CEPA perlu segera rampung. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, ia menegaskan dukungan penuh agar kesepakatan dagang Indonesia-Uni Eropa itu tidak berlarut-larut.

Tekanan itu bukan sekadar soal diplomasi. Steinmeier melihat IEU-CEPA sebagai pintu untuk memperluas perdagangan, mendorong investasi, dan membuat hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa lebih terbuka.

Tarif turun, akses pasar terbuka

Dalam penjelasannya, Steinmeier menyoroti dampak besar yang bisa muncul jika perjanjian itu berlaku. Ia menyebut implementasi IEU-CEPA berpotensi menghapus sekitar 90% tarif bea masuk produk-produk Eropa ke Indonesia.

Di sisi lain, sekitar 80% produk Indonesia juga disebut bisa masuk ke pasar Uni Eropa dengan tarif 0%. Bagi pelaku usaha, skema ini dinilai dapat memangkas hambatan perdagangan sekaligus memperlebar peluang ekspor.

Jerman ikut dorong percepatan

Steinmeier mengatakan Indonesia dan Jerman punya tujuan yang sejalan dalam membangun kerangka yang lebih kuat untuk perdagangan dan ekonomi. Ia berharap perjanjian Indonesia-Uni Eropa CEPA bisa segera ditandatangani.

Ia juga menilai pemerintah Jerman punya tanggung jawab untuk membantu ratifikasi agar manfaat perjanjian cepat dirasakan dunia usaha. Sikap itu memperlihatkan bahwa Berlin tidak ingin prosesnya berhenti di meja negosiasi.

Target ratifikasi sampai awal implementasi

Proses ratifikasi IEU-CEPA ditargetkan selesai pada semester kedua 2026. Setelah itu, implementasi perjanjian diharapkan mulai berlaku pada awal 2027.

Jika jadwal itu tercapai, IEU-CEPA bisa menjadi tonggak penting dalam kemitraan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Hambatan perdagangan diperkirakan menyusut lebih jauh, sehingga distribusi barang dan arus investasi dapat berjalan lebih lancar.

Investasi dan sektor strategis ikut terbuka

Selain perdagangan, Steinmeier juga menyoroti peluang investasi yang lebih luas bagi perusahaan Eropa, termasuk perusahaan Jerman, untuk memperbesar aktivitas bisnis di Indonesia. Ia menilai kerja sama yang lebih erat akan membuka ruang baru bagi ekspansi usaha di berbagai sektor.

Ia menambahkan bahwa IEU-CEPA dapat mendorong kolaborasi di bidang inovasi, teknologi, dan pengembangan industri bernilai tambah. Dengan begitu, perjanjian ini dipandang bukan hanya soal tarif, tetapi juga soal pertumbuhan ekonomi jangka lebih panjang.

Dukungan Jerman terhadap percepatan IEU-CEPA memperkuat harapan bahwa kesepakatan itu segera masuk tahap final. Bila terealisasi, perjanjian tersebut berpotensi menjadi penggerak utama bagi perdagangan, investasi, dan hubungan ekonomi Indonesia dengan Uni Eropa.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru