Steam Frame disebut semakin dekat ke tahap peluncuran setelah pengiriman terbaru terdeteksi masuk ke gudang Valve di Amerika Serikat. Pergerakan logistik itu memperkuat dugaan bahwa perangkat VR baru ini tinggal menunggu pengumuman resmi.
Sinyal tersebut menjadi lebih kuat karena temuan yang sama sebelumnya juga muncul pada Steam Machine. Kini, dua perangkat hardware Valve terlihat sama-sama bergerak ke arah yang membuat jadwal peluncuran mereka kian sulit diabaikan.
Pengiriman yang memicu tanda tanya
Informasi terbaru datang dari pembocor Brad Lynch, yang membagikan tangkapan layar pengiriman bertanda “Virtual Reality Devices” ke gudang Valve di AS. Pola itu disebut mengikuti pengiriman sebelumnya, dengan tanggal 10 Juni untuk “Virtual Reality Devices” dan 3 Juni untuk “Game Console.”
Rangkaian pengiriman ini membuat spekulasi soal peluncuran Steam Frame makin ramai dibahas. Di sisi lain, Valve sendiri belum mengonfirmasi jadwal resminya.
Jendela rilis masih terbuka
Perubahan tenggat rilis Valve dari “2026” menjadi “this summer” juga ikut mendorong ekspektasi bahwa perangkat anyar ini akan hadir lebih cepat. Meski begitu, tanggal pastinya masih belum jelas dan belum ada kepastian dari perusahaan.
Spekulasi terbaru mengarah ke 29 Juni, tetapi jendela rilis musim panas memberi ruang hingga Agustus atau September. Artinya, Valve masih punya waktu sebelum periode yang disebut itu berakhir.
Bisa meluncur lebih dulu dari Steam Machine
Ada kemungkinan Valve tidak merilis Steam Machine dan Steam Frame pada waktu yang sama. Opsi yang paling banyak dibahas adalah Steam Frame hadir lebih dulu pada akhir bulan, lalu Steam Machine menyusul kemudian.
Strategi seperti itu akan membantu Valve membagi perhatian pasar antara perangkat VR dan perangkat game konsolnya. Pola ini juga memberi ruang lebih besar untuk masing-masing produk saat diumumkan.
Harga masih jadi pertanyaan besar
Walau tanda-tanda peluncuran makin jelas, harga Steam Frame dan Steam Machine belum terungkap. Valve disebut masih berhitung hati-hati di tengah situasi pasar komponen yang menantang.
Tekanan terbesar datang dari harga DRAM yang melonjak. Kondisi itu memaksa Valve meninjau ulang strategi awal karena biaya komponen kini lebih tinggi dari perkiraan semula.
Strategi Valve ikut menyesuaikan
Perubahan strategi itu disebut tercermin dari peluncuran Steam Controller. Perangkat tersebut tidak membutuhkan RAM, sehingga Valve bisa merilisnya tepat waktu dengan harga yang dinilai masih masuk akal.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Valve bukan hanya menunggu kesiapan produksi, tetapi juga menimbang kelayakan bisnis dari tiap perangkat. Dalam pasar komponen yang mahal, penetapan harga bisa menjadi penentu sebelum Steam Frame diumumkan secara resmi.
Untuk saat ini, pengiriman ke gudang Valve di AS menjadi sinyal paling konkret bahwa Steam Frame memang sudah sangat dekat ke peluncuran. Jika dugaan ini tepat, beberapa pekan ke depan bisa menjadi masa penting bagi hardware baru Valve.
Source: www.notebookcheck.net






