SpaceX Ternyata Masih Simpan 18.712 BTC, Beban Neraca Ini Makin Sulit Diabaikan

SpaceX kembali menarik perhatian pasar bukan karena roket atau satelit, melainkan karena tumpukan Bitcoin yang diam-diam tetap bertahan di neraca. Dalam Form 8-K yang diajukan ke SEC pada 15 Juni 2026, perusahaan itu mengonfirmasi masih memegang 18.712 BTC tanpa perubahan sejak akumulasi awalnya pada 2021.

Angka tersebut menempatkan SpaceX di jajaran pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Di tengah volatilitas harga kripto, posisi itu membuat aset digital di pembukuan perusahaan menjadi salah satu detail yang paling sulit diabaikan investor.

Nilai Buku dan Nilai Wajar yang Berjarak Lebar

SpaceX mencatat nilai buku kepemilikan Bitcoin itu sekitar $661 juta, atau kira-kira $35.300 per koin. Namun, pada saat filing, nilai wajarnya disebut mencapai $1,293 miliar per 31 Maret 2026.

Dengan harga pasar yang disebut mendekati $1,45 miliar saat ini, selisih antara nilai buku dan nilai wajar menjadi semakin besar. Itu membuat kepemilikan BTC SpaceX bukan sekadar catatan aset, tetapi juga sumber potensi pengaruh besar terhadap pembukuan perusahaan.

Tak Pernah Ditambah, Tak Pernah Dijual

Sejak pertama kali mengumpulkan Bitcoin pada 2021, SpaceX tidak menambah maupun menjual posisinya. Kepemilikan itu bertahan melewati bear market 2022, siklus halving 2024, hingga proses IPO perusahaan sendiri.

Di saat yang sama, harga Bitcoin sempat bergejolak. Pada momen kabar ini muncul, Bitcoin turun 2,5% semalam ke $65.000 setelah sebelumnya menembus di atas $67.000 pada awal pekan.

IPO Besar yang Mengungkap Banyak Hal

IPO SpaceX mematok 638,9 juta saham Kelas A di harga $135 per saham, termasuk pelaksanaan penuh opsi underwriter untuk tambahan 83,3 juta saham. Saham perusahaan dibuka di $150 saat debut di Nasdaq dan ditutup pada sesi pertama di $160,95.

Harga penutupan itu berarti kenaikan 19% dari harga IPO, setelah sempat menyentuh level intraday tertinggi $176,52. Dalam Form 8-K yang sama, SpaceX juga menjelaskan bahwa dana IPO akan dipakai untuk perluasan infrastruktur komputasi AI, peningkatan infrastruktur peluncuran dan kendaraan peluncur, serta peningkatan skala dan kapasitas konstelasi satelit.

Masuk Daftar Pemegang Bitcoin Korporat Besar

Di antara treasury korporat yang dipantau, SpaceX berada di urutan ketujuh dan berada di atas Coinbase. Mara Holdings tercatat memegang 36.303 BTC, lebih banyak dari SpaceX.

Jika digabung dengan Tesla yang memegang 11.509 BTC, entitas yang terkait Elon Musk secara kolektif menguasai sekitar 30.221 BTC. Nilai total kepemilikan itu disebut berada di kisaran $2,2 miliar.

Angka On-Chain Ternyata Tak Menunjukkan Semua

Sebelum pengungkapan ini, firma analitik on-chain Arkham memperkirakan alamat wallet SpaceX hanya terkait sekitar 8.280 BTC. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding 18.712 BTC yang kini diungkapkan perusahaan.

Perbedaan itu muncul karena SpaceX menyimpan Bitcoin melalui kustodian pihak ketiga. Dalam struktur seperti ini, koin berada di omnibus wallet dan tidak mudah ditelusuri langsung ke satu entitas korporat di blockchain.

Dampak Akuntansi yang Bisa Mengubah Laba-Rugi

Pembaruan aturan akuntansi GAAP 2024 membuat Bitcoin yang dipegang sebagai aset harus ditandai ke pasar pada setiap periode pelaporan. Artinya, setiap pergerakan harga BTC akan langsung memengaruhi laba-rugi dan ekuitas SpaceX.

Dengan pola itu, saham SPCX mendapat sebagian karakter mirip ETF Bitcoin, meski tentu bukan ETF. Secara sederhana, pergerakan $10.000 pada harga BTC setara dengan sekitar $187 juta laba atau rugi belum terealisasi di pembukuan SpaceX.

Struktur Suara Tetap Menguntungkan Musk

Form 8-K juga memuat detail tata kelola yang relevan bagi pemegang saham SPCX. Lebih dari 103 juta saham Series Preferred Stock dikonversi menjadi saham biasa Kelas A atau Kelas B saat penutupan IPO.

Saham Kelas B membawa 10 suara per lembar, sedangkan Kelas A hanya satu suara. Struktur itu menjaga kontrol suara yang lebih besar bagi Elon Musk setelah pencatatan saham, sementara amended 2024 Equity Incentive Plan menyediakan 300.894.150 saham Kelas A untuk penghargaan karyawan dan rencana pembelian saham terpisah dengan tambahan 24.026.920 lembar.

Terkait