Interscope dan 20th Century Pictures akhirnya membuka daftar lagu resmi untuk soundtrack The Devil Wears Prada 2, dan isinya langsung mencuri perhatian. Album ini memuat 13 lagu dari nama-nama besar seperti Lady Gaga, Dua Lipa, SZA, Miley Cyrus, hingga The Marías.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya daftar artisnya, tetapi juga arah musikal yang terasa dekat dengan dunia mode. Komposisi pop, vokal yang kuat, dan nuansa elegan membuat soundtrack ini tampak disusun untuk mengikuti identitas film yang lekat dengan ambisi, citra, dan tekanan kerja.
Lady Gaga memimpin daftar
Lady Gaga tampil paling dominan dengan tiga lagu orisinal, yaitu “Shape of a Woman,” “Runway” bersama Doechii, dan “Glamorous Life.” Lagu “Runway” juga sudah lebih dulu muncul dalam peluncuran trailer terakhir dan sempat naik ke puncak tangga lagu.
Kehadiran Gaga memberi sinyal kuat bahwa soundtrack ini tidak diperlakukan sebagai pelengkap semata. Lagu-lagunya diposisikan sebagai bagian dari karakter dunia cerita, terutama pada tema ambisi dan kontrol yang sejak awal menjadi ciri The Devil Wears Prada.
Warna pop yang beragam
Selain Gaga, album ini diisi sederet nama dengan karakter vokal yang berbeda namun tetap selaras. Dua Lipa hadir lewat “End of an Era,” sementara Miley Cyrus dan Brittany Howard berkolaborasi dalam “Walk of Fame (Edit).”
Daftar ini juga mencakup SZA, Raye, Laufey, Olivia Dean, Sienna Spiro, Izzy Escobar, Ledisi, dan The Marías. Kombinasi tersebut membuat soundtrack terasa luas secara warna, tetapi tetap punya benang merah yang mengikat suasana film.
Daftar lagu resmi soundtrack
- “Shape of a Woman” – Lady Gaga
- “Runway” – Lady Gaga & Doechii
- “Glamorous Life” – Lady Gaga
- “Material Lover” – Sienna Spiro
- “End of an Era” – Dua Lipa
- “Walk of Fame (Edit)” – Miley Cyrus & Brittany Howard
- “Mr. Eclectic” – Laufey
- “Nice to Each Other” – Olivia Dean
- “Saturn” – SZA
- “Worth It.” – Raye
- “Daydreaming” – Ledisi
- “Evergreen Avenue” – Izzy Escobar
- “No One Noticed” – The Marías
Daftar ini menunjukkan strategi musik yang cukup jelas: menghadirkan suara-suara populer yang tetap terasa punya identitas masing-masing. Hasilnya, soundtrack tidak hanya mengisi latar, tetapi ikut membangun atmosfer yang melekat pada setiap adegan.
Kembali ke dunia Runway
The Devil Wears Prada 2 membawa penonton kembali ke dunia majalah Runway hampir dua dekade setelah film pertamanya menjadi fenomena budaya populer. Dalam sekuel ini, Miranda Priestly menghadapi pensiun, sementara Andy Sachs kembali ke dunia editorial sebagai editor rubrik.
Latar itu membuat soundtrack terasa relevan dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan akar estetika film. Setiap lagu dipilih untuk tetap sejalan dengan mode, ambisi, dan dinamika kekuasaan yang menjadi fondasi cerita.
Kembalinya Runway lewat musik juga mempertegas bahwa sekuel ini ingin menjaga identitas lama sambil membuka ruang bagi sentuhan yang lebih modern. Dengan daftar artis yang kuat, soundtrack The Devil Wears Prada 2 kini berdiri sebagai salah satu elemen paling menarik dari filmnya.
Source: www.medcom.id






