Alexander Sorloth menjadi sasaran ancaman pembunuhan dan pesan kebencian di media sosial setelah Norwegia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Sorotan terbesar tertuju pada satu momen krusial saat melawan Inggris, ketika pilihannya dianggap mengubah arah pertandingan.
Norwegia kalah 1-2 dari Inggris di Stadion Miami, Amerika Serikat, pada perempat final. Di laga itu, Sorloth memilih menyelesaikan peluang sendiri ketimbang mengoper bola kepada Erling Haaland yang berada dalam posisi lebih terbuka.
Momen yang Memicu Kemarahan Pendukung
Dalam tayangan pertandingan, Haaland terlihat meminta umpan ketika sudah berada dalam ruang bebas. Namun Sorloth tetap membawa bola lebih jauh sebelum melepaskan tembakan yang diblok John Stones dan kemudian diamankan Jordan Pickford.
Peluang tersebut menjadi salah satu momen paling penting bagi Norwegia karena bisa membuat skor kembali imbang. Setelah bola gagal menjadi gol, Haaland terlihat menggelengkan kepala sebagai tanda kecewa.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Pertandingan | Norwegia vs Inggris |
| Hasil | Norwegia kalah 1-2 |
| Lokasi | Stadion Miami, Amerika Serikat |
| Momen kunci | Sorloth tidak mengoper kepada Haaland |
| Akhir peluang | Tembakan diblok John Stones dan diamankan Jordan Pickford |
Menurut laporan RMC Sport yang dikutip www.beritasatu.com, insiden itu memicu kemarahan sebagian pendukung Norwegia. Sejumlah pesan bernada kebencian dan ancaman kemudian membanjiri akun media sosial Sorloth.
Sorloth Mengakui Ada Keputusan yang Bisa Dibuat Lebih Baik
Sorloth tidak menampik bahwa ada hal yang seharusnya bisa ia lakukan dengan lebih baik dalam pertandingan penting tersebut. Ia juga menyebut masih ada kesempatan lain yang akan datang.
“Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan lebih baik, tetapi saya tahu kesempatan lain akan datang. Tentu saja, ini sulit karena menyangkut pertandingan yang penting,” kata Sorloth.
Laporan yang sama menyebut sebagian pengguna media sosial ikut mengirimkan hinaan dan ancaman kepada penyerang itu setelah pertandingan. Situasi tersebut membuat akhir perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 semakin berat, terutama karena perhatian publik terpusat pada satu keputusan di depan gawang lawan.
Di balik kritik yang mengarah kepadanya, insiden ini juga menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap kombinasi Sorloth dan Haaland di lini depan. Dalam pertandingan sebesar perempat final, satu pilihan kecil bisa langsung menjadi pusat perdebatan setelah peluit panjang berbunyi.
Source: www.beritasatu.com






