Barasuara kembali dengan lagu yang tidak meledak secara emosional, tetapi justru terasa paling dekat dengan pengalaman banyak orang. Single terbaru mereka, Sementara, berbicara tentang menerima kenyataan saat hidup tidak berjalan sesuai rencana.
Lagu ini juga menandai karya baru pertama Barasuara sejak album ketiga mereka, Jalaran Sadrah, dirilis pada pertengahan 2024. Di tengah nama yang masih kuat dikenang lewat pencapaian lama, Sementara memilih sudut pandang yang lebih tenang: berdamai dengan kegagalan, kehilangan, dan harapan yang tidak selalu berujung seperti yang dibayangkan.
Lahir dari penerimaan, bukan kepanikan
Sementara ditulis oleh Iga Massardi dan diproduseri oleh Barasuara. Lagu ini dibawakan oleh Iga Massardi pada vokal dan gitar, Asteriska dan Puti Chitara pada vokal, Gerald Situmorang pada bas, Tj Kusuma pada gitar, serta Marco Steffiano pada drum.
Dalam keterangan resmi yang diterima www.medcom.id, Iga menyebut inti lagu ini sebagai refleksi dari kegagalan yang sering datang di tengah jalan. “Intinya tentang itu: mengikhlaskan apa yang terjadi di saat itu, dan berharap sambil berusaha untuk menemukan akhir atau jalan yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan,” kata Iga.
Asteriska memberi penekanan yang sejalan dengan gagasan itu. Menurutnya, lagu ini mengajak pendengar percaya bahwa dari duka dan runtuhnya ekspektasi masih bisa muncul harapan atau kekuatan baru.
“Penerimaan adalah tahapan akhir dalam proses emosional seseorang setelah harapan yang pupus atau kehilangan. Pada akhirnya manusia mampu merelakan meski butuh waktu. Lagu ini mengajak pendengar untuk percaya bahwa dari duka dan runtuhnya ekspektasi bisa muncul harapan atau kekuatan baru. Bukan penghapusan rasa, melainkan cara baru untuk melangkah,” ujar Asteriska.
Perjalanan yang dimulai jauh sebelum rilis
Meski baru dirilis sekarang, ide Sementara ternyata sudah ada sejak 2022. Iga pertama kali menulis draf lagu itu pada tahun tersebut, tetapi materi ini belum sempat masuk ke pengerjaan album Jalaran Sadrah.
Baru pada awal 2026, saat Barasuara menyiapkan materi baru, lagu ini kembali diajukan dan langsung mendapat sambutan positif dari personel lain. Puti menyebut kesan pertamanya kuat karena lagu ini terasa mudah diingat, lebih matang, dan lebih dewasa dalam nada maupun lirik.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Judul lagu | Sementara |
| Penulis | Iga Massardi |
| Produser | Barasuara |
| Formasi | Iga Massardi, Asteriska, Puti Chitara, Gerald Situmorang, Tj Kusuma, Marco Steffiano |
| Musisi tamu | Bass G dan Ami Purba |
Berbeda dari proses kreatif Barasuara di masa lalu yang dikenal memakan waktu lama, pengerjaan lagu ini relatif singkat. Rekaman vokal dan instrumen berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, dengan bantuan Bass G pada baritone saxophone dan tenor saxophone, serta Ami Purba pada terompet.
Setelah itu, proses mixing dikerjakan oleh Stevano, sedangkan mastering dipercayakan kepada Dimas Pradipta pada Juni 2026. Gerald menilai pendekatan kerja mereka kini terasa lebih ringkas dan tidak terlalu berlarut-larut.
“Kalau zaman dulu, Barasuara bisa berbulan-bulan untuk mengerjakan satu lagu,” kata Gerald. Marco menambahkan, “Memang ingin memaksakan diri untuk enggak terlalu banyak berpikir.”
Cermin perjalanan Barasuara selama 14 tahun
Setelah 14 tahun berkarya, Barasuara sudah melewati banyak fase, termasuk momentum besar pada 2025. Saat itu, lagu “Terbuang” dalam “Waktu” dan “Pancarona” dipakai sebagai soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan, lalu keduanya viral dan membawa band ini menjangkau pendengar baru.
Bagi Barasuara, Sementara juga menjadi cermin perjalanan mereka sendiri sebagai band. Iga menegaskan bahwa tujuan utama mereka tetap musik, bukan popularitas.
“Kami selalu balik ke alasan pertama Barasuara dibikin: karena musiknya. Kalau lagunya viral, kami anggap itu sebagai bonus dari kerja keras. Tapi kalau itu enggak terjadi, kami cuma berharap lagunya akan menemukan tempatnya sendiri, entah kapan itu. Kalau memang belum berhasil, kami tidak menganggap itu sebuah kegagalan. Itu proses saja,” kata Iga.
Kini, Sementara sudah resmi dirilis dan diharapkan bisa menemani Penunggang Badai, sebutan untuk penggemar Barasuara, serta pendengar lain yang sedang menghadapi masa sulit sambil menunggu album keempat mereka. Tj berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada dalam situasi yang tidak sesuai dengan rencana dan cita-citanya.
“Semoga lagu ini bisa dinikmati dan menjadi teman untuk kawan-kawan yang sedang dalam situasi yang tidak sesuai dengan rencana dan cita-citanya,” ujar Tj.
Source: www.medcom.id






