Sony akan menghapus 551 film StudioCanal dari akun PlayStation di Inggris dan Eropa, dan keputusan itu kembali mengingatkan betapa rapuhnya pembelian digital saat lisensi berakhir. Mulai 1 September 2026, film-film yang sebelumnya sudah dibeli itu tidak lagi bisa diakses dari video library pengguna.
Kasus ini bukan sekadar soal katalog yang berubah. Bagi banyak pelanggan, hilangnya akses atas judul yang sudah dibayar membuat batas antara “membeli” dan “menyewa” konten digital terasa semakin tipis.
Judul populer ikut terdampak
Daftar yang akan dihapus mencakup sejumlah film yang cukup dikenal, termasuk Terminator 2: Judgment Day, Rambo: First Blood, Bridget Jones’ Diary, Pan’s Labyrinth, dan Paddington. Sony menyampaikan bahwa semua judul StudioCanal tersebut akan hilang dari perpustakaan video pelanggan pada tanggal yang sama.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Jumlah film terdampak | 551 judul |
| Wilayah terdampak | Inggris dan Eropa |
| Tanggal penghapusan | 1 September 2026 |
| Sebab utama | Perjanjian lisensi konten kedaluwarsa |
Dalam pemberitahuannya, Sony menegaskan bahwa akses ke konten StudioCanal yang pernah dibeli akan dihentikan. Perusahaan juga menyebut film-film itu tidak lagi tersedia di library video pengguna setelah lisensi berakhir.
Pengembalian dana belum tampak jadi opsi
Hal yang membuat keputusan ini makin berat adalah pelanggan tidak diperkirakan menerima pengembalian dana untuk judul yang sudah dibeli. Situasi tersebut memperkuat kesan bahwa pembelian digital tetap bergantung pada perjanjian distribusi yang bisa habis masa berlakunya.
Dampaknya juga tidak merata ke semua pasar. Pengguna di Amerika Serikat tidak terdampak oleh keputusan ini, meski Sony pernah menghadapi kasus serupa di wilayah lain.
Pada 2022, Sony menarik film-film StudioCanal untuk pelanggan di Jerman dan Austria karena konflik lisensi. Pola yang sama kembali terlihat dalam keputusan terbaru, menunjukkan bahwa persoalan hak distribusi masih bisa memengaruhi akses pengguna lama.
Pola lama yang pernah muncul di pasar lain
Sony juga pernah menghadapi reaksi serupa di Amerika Serikat saat mengumumkan rencana menghapus konten Discovery pada 2023. Rencana itu akhirnya dibatalkan setelah perusahaan berhasil mengamankan perjanjian lisensi baru.
Peristiwa terbaru ini menegaskan bahwa koleksi digital yang terasa permanen ternyata bisa berubah sewaktu-waktu. Selama lisensi distribusi masih menjadi penentu utama, akses atas film yang sudah dibeli tetap berada di bawah kendali kesepakatan bisnis yang berlaku.
