Sony selama ini kerap identik dengan kamera, padahal kekuatan perusahaan asal Tokyo, Jepang, itu jauh lebih luas. Di banyak pasar, Sony justru menekan persaingan lewat produk lain yang diam-diam punya pengaruh besar, mulai dari sensor gambar, konsol game, smartphone Xperia, hingga televisi BRAVIA.
Strategi itu membuat Sony tetap relevan di tengah industri teknologi yang sangat kompetitif. Perusahaan yang berdiri sejak 1946 ini membangun reputasi bukan hanya lewat satu lini produk, tetapi lewat ekosistem perangkat yang kuat di segmen masing-masing.
Kamera masih jadi wajah paling dikenal Sony
Nama Sony memang sudah lama lekat dengan kamera, terutama karena lini produknya hadir untuk berbagai kebutuhan. Sony menyediakan kamera DSLR dan mirrorless, lalu membaginya lagi untuk fotografer, videografer, hingga pengguna kasual.
Daya tarik kamera Sony terletak pada kombinasi fitur lengkap, kualitas gambar tajam, bodi yang relatif ringan, dan dukungan lensa yang luas. Sejumlah model yang disebut layak dilirik pada 2026 antara lain Sony a7 VI, a7C II, a6700, a6400, ZV-E10, ZV-E1, RX100 VII, FX, dan DSC-RX1R III.
Deretan itu memperlihatkan bahwa Sony masih kuat di segmen kamera premium sekaligus kamera ringkas untuk konten. Posisi tersebut membuat kamera tetap menjadi salah satu pilar penting dalam citra merek Sony di mata konsumen.
Sensor Sony justru menyebar luas di industri lain
Di balik kamera jadi, Sony juga memegang peran besar sebagai produsen sensor gambar. Komponen ini menjadi otak awal dalam proses pengambilan foto dan video karena bertugas menangkap cahaya sebelum diolah lebih lanjut.
Jenis sensor buatan Sony sangat beragam, mulai dari sensor untuk ponsel, kamera medium format, sampai kebutuhan industri. Karena itu, pengaruh Sony tidak hanya terlihat pada produk bermerek Sony sendiri, tetapi juga pada perangkat dari banyak produsen lain.
Sony disebut sebagai salah satu pemasok sensor kamera HP terbesar. Mengutip 91Mobiles, sejumlah ponsel yang memakai sensor Sony antara lain OPPO Reno 15, OnePlus 15, dan vivo V60.
Penamaan sensornya juga dibuat berbeda sesuai konteks penggunaan. Untuk HP, Sony menggunakan label LTYA, sedangkan IMX dipakai untuk sensor secara umum.
PlayStation jadi mesin kuat di bisnis hiburan digital
Di sektor gim, Sony memegang posisi yang sangat kuat melalui PlayStation. Konsol ini telah lama menjadi salah satu produk paling dikenal di dunia dan menjadi pintu masuk utama Sony ke pasar hiburan interaktif.
Data Statista menunjukkan PS5 telah terjual 3,9 juta unit pada pertengahan 2025. Sementara itu, PS2 tercatat sebagai salah satu konsol terlaris sepanjang masa, yang mempertegas besarnya pengaruh PlayStation dalam sejarah industri game.
Sony tidak berhenti di penjualan konsol. Perusahaan juga memproduksi dan mendistribusikan game untuk PlayStation, termasuk game eksklusif yang menjadi sumber pemasukan penting dan pembeda utama dibanding kompetitor.
Xperia masih hidup, meski tidak sekuat lini lain
Sony masih mempertahankan kehadirannya di pasar smartphone lewat merek Xperia. Namun, penjualannya disebut terbatas dan ponsel Sony juga tidak dijual resmi di Indonesia.
Fokus Xperia berada di segmen mid-range dan flagship, dengan model seperti Sony Xperia 5 IV, Xperia 10 VII, dan Xperia 1 VII. Keberadaan lini ini menunjukkan bahwa Sony belum benar-benar keluar dari pasar ponsel, meski tantangannya jauh lebih berat dibanding produk lain.
Persaingan dengan Apple dan Samsung membuat posisi Sony di smartphone tidak terlalu dominan. Android Authority bahkan menyebut ada kemungkinan Sony hengkang dari industri smartphone, sementara jumlah pengguna ponsel Sony pada 2015-2019 menurun drastis hingga 80 persen.
BRAVIA memperkuat posisi Sony di pasar televisi premium
Sony BRAVIA menjadi bukti lain bahwa perusahaan ini punya kekuatan di luar kamera. Lini TV ini hadir dengan resolusi 4K, panel OLED, HDR, Google TV, layar luas, dan dukungan Dolby Vision.
Kombinasi tersebut membuat BRAVIA unggul dalam menampilkan warna cerah, hitam pekat, dan detail yang tajam. Speaker yang kuat juga menjadikannya cocok untuk home theater maupun penggunaan di ruang keluarga.
Sony bahkan disebut mampu menghadirkan layar yang responsif untuk gaming. Dari sini terlihat bahwa Sony tidak hanya menjual perangkat, tetapi juga membangun karakter produk yang jelas di setiap segmen agar tetap kompetitif dan mudah dikenali pasar.
Source: www.idntimes.com






