Sony kembali menarik perhatian lewat perangkat pendingin pribadi yang dipakai di leher. Reon Pocket Pro Plus hadir sebagai wearable cooler yang ditujukan untuk membantu tubuh terasa lebih sejuk saat cuaca panas makin ekstrem.
Perangkat ini tidak bekerja seperti AC ruangan, melainkan fokus mendinginkan tubuh pengguna secara langsung. Dengan desain yang digantung di leher dan menempel di bagian belakang leher, produk ini diposisikan sebagai solusi personal untuk aktivitas luar ruangan.
Pendinginan langsung di titik yang strategis
Sony menggunakan efek Peltier pada Reon Pocket Pro Plus. Teknologi ini memanfaatkan listrik untuk membuat pelat logam menjadi dingin, lalu pelat tersebut ditempatkan di belakang leher agar suhu tubuh dapat turun secara langsung.
Pemilihan area leher juga punya alasan teknis. Bagian ini memiliki pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit, sehingga pendinginan di titik tersebut dapat membantu tubuh terasa lebih sejuk secara keseluruhan.
Dalam penggunaan harian, perangkat ini mirip kompres es elektronik berukuran kecil yang ditenagai melalui USB-C. Pendekatan itu membuat Reon Pocket Pro Plus lebih tepat disebut pendingin tubuh portabel ketimbang alat pendingin ruangan.
Peningkatan dari model sebelumnya
Sony menyebut perangkat ini sebagai penerus yang ditingkatkan dari model Pro sebelumnya. Perusahaan mengklaim ada peningkatan performa pendinginan sebesar 20 persen dibanding model sebelumnya.
Selain itu, Sony juga menyebut Reon Pocket Pro Plus mampu memberi penurunan suhu kulit tambahan hingga 2 derajat Celsius. Klaim tersebut memperlihatkan fokus perusahaan pada kenyamanan termal yang lebih terasa saat perangkat dipakai.
Desain fisiknya ikut dirombak. Sony membuat ulang lengan fleksibel perangkat agar membungkus area leher dan bahu dengan lebih aman.
Menurut Sony, desain baru itu meningkatkan stabilitas hingga 40 persen. Peningkatan ini penting untuk wearable yang dipakai sambil berjalan atau beraktivitas di luar ruangan.
Fitur otomatis dan kontrol lewat ponsel
Sony turut memperkenalkan sensor Reon Pocket Tag generasi kedua bersamaan dengan peluncuran perangkat ini. Sensor itu disebut 18 persen lebih kecil dibanding pendahulunya.
Sensor tersebut memantau suhu dan kelembapan di sekitar pengguna. Data itu kemudian dipakai untuk membantu perangkat menyesuaikan tingkat pendinginan secara otomatis.
Meski begitu, pengguna tetap bisa mengatur perangkat lewat aplikasi pendamping di smartphone. Reon Pocket Pro Plus juga dapat beroperasi secara mandiri, sehingga pengguna bisa memilih mode otomatis atau kontrol manual sesuai kebutuhan.
Daya tahan lebih panjang
Sistem pembuangan udara pada perangkat ini juga diperbarui. Ventilasi buang kini bisa diatur untuk mengarahkan udara hangat menjauh dari tubuh, termasuk saat pengguna mengenakan pakaian berkerah tinggi.
Sony juga menyematkan kipas internal untuk membantu sirkulasi udara di sekitar area pendinginan. Ada pula mekanisme mati otomatis untuk mencegah perangkat mengalami panas berlebih.
Dari sisi daya tahan, Sony mengklaim Reon Pocket Pro Plus bisa bertahan hingga 10 jam pada tingkat pendinginan tertinggi kedua. Klaim ini menunjukkan perangkat dirancang bukan hanya untuk pemakaian singkat, tetapi juga untuk durasi yang lebih panjang.
Harga dan ketersediaan
Saat ini Reon Pocket Pro Plus tersedia khusus di pasar Inggris dan Eropa. Harganya dipatok sebesar Pounds 199 di Inggris dan Euros 229 di pasar Eropa.
Sony belum mengumumkan peluncuran global untuk perangkat ini. Artinya, distribusi ke pasar lain masih belum pasti, termasuk wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap pendingin pribadi.
Reon Pocket sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2019. Hingga kini, lini perangkat tersebut belum dijual di India, meski negara itu dinilai punya potensi besar sebagai pasar untuk produk seperti ini.
Kemunculan Reon Pocket Pro Plus memperlihatkan arah baru wearable dari Sony. Perangkat ini tidak hanya terhubung ke ponsel atau memantau kesehatan, tetapi juga berupaya memberi kenyamanan fisik langsung saat cuaca panas menekan aktivitas harian.
