Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT tidak akan menggunakan kurikulum terpisah meski dirancang untuk anak-anak berprestasi. Sekolah ini tetap berlandaskan kurikulum nasional, lalu memperkaya pembelajaran dengan STEAM, bahasa asing, teknologi digital, dan wawasan global.
Rancangan itu membuka ruang bagi sekolah untuk menawarkan pengalaman belajar yang lebih luas tanpa meninggalkan target pendidikan nasional. Peserta didik juga akan dikenalkan pada pembelajaran yang terhubung dengan potensi daerah, budaya, serta kebutuhan masyarakat sekitar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan arah tersebut dalam keterangan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Informasi mengenai rancangan pembelajaran SNT itu juga diberitakan Kompas.com.
“SNT menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport),” kata Mu’ti. Pendekatan itu mencakup penguatan sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga dalam proses belajar.
Kurikulum Nasional Tetap Menjadi Dasar
Struktur pembelajaran SNT dirancang dalam tiga lapisan yang saling mendukung. Tujuannya adalah menjaga capaian nasional sambil memberi keleluasaan kepada sekolah untuk membangun program yang sesuai dengan karakter murid dan wilayahnya.
| Lapisan Kurikulum | Peran | Fokus Pembelajaran |
|---|---|---|
| Kurikulum nasional | Fondasi | Standar, arah, dan capaian pembelajaran nasional. |
| Kurikulum kekhasan sekolah | Penguat | Karakter sekolah, STEM, kepemimpinan, dan bahasa asing. |
| Kurikulum berbasis konteks lokal | Pengaya | Potensi daerah, budaya, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat. |
Kurikulum nasional menjadi pijakan utama bagi pembelajaran mendalam di SNT. Lapisan ini memastikan arah pendidikan dan target belajar tetap mengikuti standar yang berlaku secara nasional.
Setiap sekolah kemudian dapat menambahkan program kekhasan untuk memperkuat identitasnya. Contoh muatan yang disebutkan meliputi STEM, kepemimpinan, serta bahasa asing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik.
Lapisan berbasis konteks lokal membuat lingkungan sekitar dapat menjadi bagian dari sumber belajar. Potensi daerah, budaya, dan kearifan lokal diharapkan memberi pengalaman yang lebih relevan bagi murid.
Mu’ti menekankan bahwa pengayaan kompetensi tersebut perlu menjawab perkembangan zaman. Namun, pengembangan itu tetap diharapkan berakar pada nilai dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Lab AI, E-Journal Global, hingga Ruang Seni
Penguatan pembelajaran SNT juga disiapkan melalui fasilitas yang menjangkau bidang akademik, seni, teknologi, dan olahraga. Sarana tersebut ditujukan untuk mendukung pembelajaran lintas disiplin sekaligus pengembangan minat siswa.
| Fasilitas | Sarana Utama | Fungsi |
|---|---|---|
| Smart Classroom and Green School | Ruang modular, fleksibel, dan ramah anak | Mendukung metode belajar beragam dan teknologi kelas. |
| World-Class Laboratories | Lab sains, komputer dan AI, bahasa, pertanian, peternakan | Mendukung praktik dan pengembangan keterampilan. |
| Future Library and Learning Commons | E-journal global, ruang diskusi, co-working | Mendukung belajar mandiri dan kolaborasi. |
| Creative Arts and Studio | Studio musik, seni rupa, tari, teater, auditorium | Memfasilitasi kegiatan seni tradisional dan modern. |
Laboratorium SNT direncanakan mencakup biologi, fisika, kimia, bioteknologi, komputer dan AI, serta bahasa. Sekolah juga akan memiliki lahan pertanian, peternakan, dan ruang pengembangan keterampilan dengan kelengkapan sesuai standar internasional.
Perpustakaan masa depan dan learning commons akan menyediakan akses ke e-journal global. Area ini juga akan dilengkapi ruang diskusi serta co-working untuk mendukung kegiatan belajar bersama.
Bagi guru dan tenaga kependidikan, SNT menyiapkan Teachers’ Innovation Hub yang mengusung konsep co-working, sistem digital, dan ruang kolaborasi. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Sarana olahraga yang direncanakan meliputi lapangan sepak bola, basket, kolam renang terstandar, serta area track and field. Gedung olahraga multifungsi juga disiapkan untuk tenis, badminton, voli, dan kegiatan lainnya.
Untuk sementara, 17 lokasi SNT akan menggunakan Unit Pelayanan Terpadu Kemendikdasmen sebagai tempat operasional. Penggunaan lokasi sementara itu akan berlangsung sambil menunggu pembangunan gedung baru.
