Snapdragon 8 Gen 5 Tak Selalu Lebih Baik, Pengguna 8 Elite Justru Rugi

Author: Cung Media

Snapdragon 8 Gen 5 hadir sebagai chipset flagship yang posisinya tidak sesederhana sekadar “lebih baru berarti lebih baik”. Hasil pengujian menunjukkan chip ini memang unggul jauh dari Snapdragon 8 Gen 3, tetapi masih belum mampu melampaui Snapdragon 8 Elite dalam performa total.

Itu membuat pertanyaan soal layak tidaknya upgrade menjadi sangat bergantung pada chipset yang sudah dipakai saat ini. Bagi pengguna Snapdragon 8 Gen 3 atau yang lebih lama, lonjakannya terasa jelas, sedangkan bagi pengguna Snapdragon 8 Elite, perpindahan ke Snapdragon 8 Gen 5 justru kurang masuk akal.

Posisi Snapdragon 8 Gen 5 di kelas flagship

Pengujian dilakukan dengan perangkat dari merek yang sama untuk menekan perbedaan software, sehingga hasilnya lebih mudah dibandingkan. OnePlus 15R memakai Snapdragon 8 Gen 5, OnePlus 13 membawa Snapdragon 8 Elite, dan OnePlus 13R menggunakan Snapdragon 8 Gen 3.

Di Geekbench 6, Snapdragon 8 Gen 5 mencatat skor single-core 2.837 dan multi-core 9.352. Snapdragon 8 Elite berada sedikit di depan pada single-core dengan 3.026, sementara multi-core-nya 9.306 dan Snapdragon 8 Gen 3 tertinggal di 2.243 serta 6.591.

Angka itu memperlihatkan satu hal penting, yakni Snapdragon 8 Gen 5 sudah jauh meninggalkan Snapdragon 8 Gen 3 dalam beban kerja CPU modern. Namun di saat yang sama, chip ini tetap belum menjadi yang tercepat di kelasnya karena Snapdragon 8 Elite masih mempertahankan keunggulan pada performa puncak.

Skor AnTuTu juga menguatkan gambaran tersebut. Snapdragon 8 Gen 5 meraih total 2.961.236, sedangkan Snapdragon 8 Elite sedikit lebih tinggi di 2.994.563 dan Snapdragon 8 Gen 3 ada di 2.274.520.

Jika dilihat lebih rinci, bagian CPU justru menempatkan Snapdragon 8 Gen 5 sekitar 6 persen di atas Snapdragon 8 Elite. Meski begitu, pada GPU chip ini masih tertinggal sekitar 12 persen dari Elite, walau tetap unggul 22 persen atas Snapdragon 8 Gen 3.

Apa yang membuatnya terasa berbeda dari generasi sebelumnya

Snapdragon 8 Gen 5 diproduksi dengan proses TSMC 3nm N3P. Referensi menyebut proses ini memberi efisiensi dan performa yang sedikit lebih baik dibanding N3E 3nm pada Snapdragon 8 Elite, dan jelas lebih maju daripada N4P 4nm yang dipakai Snapdragon 8 Gen 3.

Dari sisi arsitektur CPU, Snapdragon 8 Gen 5 dan Snapdragon 8 Elite sama-sama memakai inti kustom Oryon. Snapdragon 8 Gen 3 masih bergantung pada inti ARM, sehingga lompatan generasi ini menjadi salah satu alasan utama peningkatan performanya.

Meski begitu, Snapdragon 8 Elite tetap unggul di clock speed yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat Elite masih lebih kuat untuk burst performa, terutama saat perangkat harus menangani tugas berat secara instan dan stabil.

Gaming masih kuat, tetapi bukan yang paling ekstrem

Untuk gaming, Snapdragon 8 Gen 5 tetap tampil meyakinkan. Chip ini memakai Adreno 829 yang digambarkan sebagai GPU modern dan lebih terjangkau, sehingga masih sangat mampu menjalankan game berat maupun emulator.

Namun, posisinya tetap berada di bawah Snapdragon 8 Elite yang membawa Adreno 830. Artinya, untuk setelan grafis paling tinggi, ray tracing, dan frame rate berkelanjutan yang lebih stabil, Elite masih jadi pilihan yang lebih unggul.

Perbedaan ini penting bagi pengguna yang sering bermain game kompetitif atau mengejar pengalaman visual maksimum. Dalam skenario seperti itu, Snapdragon 8 Gen 5 masih kuat, tetapi belum menjadi opsi paling ideal.

AI dan kamera justru jadi daya tarik lain

Selisih kemampuan AI antara Snapdragon 8 Gen 5 dan Snapdragon 8 Elite disebut tidak sejauh jarak GPU mereka. Keduanya sama-sama memakai konfigurasi Hexagon NPU yang sangat mirip, dengan dukungan AI on-device dan multimodal generative AI.

Di sektor kamera, Snapdragon 8 Gen 5 justru menawarkan salah satu peningkatan paling menarik. Chip ini membawa triple AI ISP 20-bit yang disebut memberi ruang lebih besar untuk HDR, denoising, dan pemrosesan warna dibanding ISP 18-bit pada Snapdragon 8 Elite dan Snapdragon 8 Gen 3.

Dukungan kameranya juga tetap tinggi, termasuk sensor tunggal hingga 320MP, perekaman video 4K 120fps, dan real-time semantic segmentation tanpa batas. Kombinasi ini membuat Snapdragon 8 Gen 5 terasa lebih seimbang, terutama untuk ponsel yang menonjolkan kemampuan fotografi berbasis komputasi.

Konektivitas ikut naik kelas, tetapi tidak bagi semua pengguna

Di sektor konektivitas, Snapdragon 8 Gen 5 membawa paket yang sama seperti Snapdragon 8 Elite. Keduanya memakai modem Snapdragon X80 5G dengan kecepatan unduh puncak 10Gbps, Wi‑Fi 7 hingga 5.8Gbps, dan Bluetooth 6.0.

Dibanding Snapdragon 8 Gen 3, pembaruan ini tetap terasa signifikan. Snapdragon 8 Gen 3 masih menggunakan Bluetooth 5.4 dan modem Snapdragon X75 5G, sehingga ada peningkatan nyata di sisi jaringan dan konektivitas nirkabel.

Karena itu, upgrade paling logis memang datang dari pengguna Snapdragon 8 Gen 3 atau chipset yang lebih lama. Mereka berpotensi merasakan lonjakan sekitar 20 persen pada CPU dan GPU, disertai peningkatan AI, ISP, dan konektivitas yang lebih modern.

Sebaliknya, bagi pengguna Snapdragon 8 Elite, perpindahan ke Snapdragon 8 Gen 5 tidak memberi keuntungan yang cukup besar di performa mentah. Dalam konteks itu, Snapdragon 8 Gen 5 lebih terasa sebagai langkah samping, bukan lompatan maju yang benar-benar mengubah pengalaman flagship.

Source: www.gizmochina.com
Terbaru