Skuad Les Bleus ke Piala Dunia 2026 Makin Global, 3 Pemain Lahir di Luar Prancis

Author: Cung Media

Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan wajah skuad yang semakin global. Dari 26 pemain pilihan Didier Deschamps, ada tiga nama yang lahir di luar mainland France: Michael Olise, Marcus Thuram, dan Brice Samba.

Komposisi itu menunjukkan bahwa identitas Les Bleus tidak lagi dibentuk hanya oleh batas geografis negara. Sistem sepak bola Prancis kini juga merangkul pemain yang tumbuh dari latar, negara lahir, dan jalur pembinaan yang berbeda.

Tiga nama yang lahir di luar Prancis

Michael Olise menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam kelompok tersebut. Winger Bayern Munich itu lahir di Hammersmith, Inggris, lalu menempuh pengembangan usia muda di Inggris sebelum memilih membela Prancis di level internasional.

Olise kini dipandang sebagai salah satu opsi serang paling kreatif di skuad. Status kelahirannya tidak mengubah perannya, karena ia sudah menjadi bagian penuh dari struktur permainan Deschamps.

Marcus Thuram juga masuk daftar pemain kelahiran luar negeri. Penyerang itu lahir di Parma, Italia, ketika ayahnya, Lilian, masih bermain di sana.

Di dalam tim, Thuram dikenal karena kekuatan fisik dan fleksibilitasnya di lini depan. Karakter itu membuatnya tetap menjadi salah satu penyerang paling mapan di grup ini.

Nama ketiga adalah Brice Samba, penjaga gawang Rennes. Ia lahir di Linzolo, Republik Kongo, sebelum pindah ke Prancis saat masih muda dan meniti karier melalui sistem sepak bola Prancis.

Mengapa skuad Prancis terasa sangat beragam

Prancis memiliki banyak pemain kelahiran luar negeri atau pemain dengan akar internasional karena sistem sepak bolanya dipengaruhi sejarah imigrasi, wilayah seberang laut, dan jaringan pengembangan talenta yang kuat. Dalam konteks itu, pembinaan sering kali lebih penting daripada tempat lahir.

Federasi Sepak Bola Prancis menekankan jalur akademi untuk membina pemain sejak dini. Pendekatan tersebut membuka jalan bagi pemain yang lahir di luar negeri atau berasal dari keluarga imigran untuk masuk ke sistem nasional dan naik ke tim senior.

Faktor lain datang dari aturan kewarganegaraan dan migrasi. Prancis mengikuti tradisi jus soli, sehingga anak yang lahir di wilayah tersebut secara historis lebih mudah memenuhi syarat membela tim nasional.

Geografi juga ikut berperan. Banyak pemain elite Prancis berasal dari kawasan padat penduduk seperti banlieues Paris, tempat komunitas imigran sangat kuat.

Warisan kolonial Prancis dan wilayah seberang laut seperti Guadeloupe, Martinique, dan Reunion turut menambah keragaman skuad. Mereka menyumbang pemain yang secara hukum merupakan warga Prancis, tetapi lahir di luar Eropa kontinental.

Karena itu, keragaman Les Bleus tidak hanya terlihat dari tempat lahir para pemain, tetapi juga dari jalur perkembangan mereka. Dalam skuad 2026, Prancis kembali menunjukkan bahwa performa di lapangan tetap menjadi ukuran utama, terlepas dari asal geografis.

Source: bolavip.com
Terbaru